Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi 2019 Lebih Realistis

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) sepanjang tahun ini sudah menaikkan suku bunga acuan BI 7 days repo rate 100 bps menjadi 5,25%.

Ia menambahkan, biasanya kenaikan suku bunga acuan menjadi beban pertumbuhan ekonomi.

Meski begitu, pemerintah yakin tahun ini kebijakan moneter itu tak berpengaruh besar terhadap laju perekonomian tahun ini.

Sebab diyakini ada gap waktu kenaikan suku bunga acuan itu terhadap kenaikan suku bunga kredit perbankan.

“Pada saat yang sama kita lihat bank tidak langsung menaikkan suku bunga,” kata Suahasil di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Ia menambahkan, pihaknya akan melihat pada kuartal 2, karena ekonomi didorong oleh Ramadan mungkin bisa 5,2%. “Bisa nanti kita lihat sisa tahunnya,” tuturnya

Namun Suahasil menilai dampak dari kenaikan suku bunga acuan akan mulai terasa di tahun depan. Untuk itu pemerintah akan lebih konservatif mematok target angka pertumbuhan ekonomi.

“Tahun depan transmisinya sudah ada ke ekonomi, jadi lebih baik konservatif,” ujarnya.

Pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2019 disampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi diperkirakan pada kisaran 5,4-5,8%. Namun hasil rapat dengan Komisi XI menyepakati bahwa pertumbuhan ekonomi 2019 di kisaran 5,2-5,6%.

Menurutnya kondisi ekonomi tahun depan melihat kondisi ekonomi global. Saat ini volume perdagangan dunia agak melambat lantaran proteksionisme perdagangan yang dilakukan oleh AS. Dengan kondisi seperti itu maka perekonomian AS akan cepat membaik.

“Dengan membaiknya ekonomi AS, The Fed mulai menaikkan suku bunga agar perekonomian AS tidak over heating. Dampaknya suku bunga obligasi 10 tahun AS yang jadi benchmark kita mulai pelan-pelan naik. Sekarang di 2,9%,” tuturnya.

Alhasil banyak dana-dana yang kembali ke AS karena tawaran bunga yang lebih baik. Untuk menjaga itu Bank Indonesia (BI) pun sudah menaikkan suku bunga beberapa kali hingga saat ini di level 5,25%.

Dengan suku bunga yang semakin naik, maka pertumbuhan ekonomi tahun depan akan sedikit tertahan. Oleh karena itu pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2019 lebih di batas bawah yakni 5,2%.

“Itu dalam rangka buat target pertumbuhan ekonomi kita tahun depan lebih realistis,” tutupnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close