Pertimbangkan Banding, Kemkumham Belum Bebaskan Bahar Smith

Pertimbangkan Banding, Kemkumham Belum Bebaskan Bahar Smith

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) mempertimbangkan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, Jawa Barat. 

PTUN Bandung mengabulkan pencabutan hak asimilasi Bahar bin Smith. 

Untuk itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) belum mengeluarkan Bahar dari Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jabar.

“Dalam putusan hakim pengadilan disampaikan, ada 14 hari untuk tergugat dalam hal ini Bapas atau Kanwil Kemkumham Jabar untuk melakukan upaya pikir-pikir dan banding. Berarti, masih ada hak untuk melakukan upaya banding,” kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti, Selasa (13/10/2020).

Rika menuturkan saat ini pihaknya belum menerima salinan putusan PTUN Bandung. Dikatakan, pihaknya akan mempelajari putusan setelah menerima salinan untuk menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk untuk mengajukan banding.

“Jadi kita tunggu dulu dan langkah-langkah yang bisa diambil oleh Bapas dalam hal Kanwil Kemkumham Jabar adalah masih miliki hak untuk upaya banding. Jadi tidak bisa serta merta Habib Bahar dikeluarkan. Saya rasa pihak kuasa hukum juga mengetahui bagaimana aturan atau hak hukum yang bisa dilakukan,” kata Rika dilansir Beritasatu.

Ditjen PAS meminta seluruh pihak, termasuk pihak Bahar untuk menghormati proses hukum yang masih berjalan. Rika meyakini, langkah ini pun akan dilakukan Bahar Smith atau tim kuasa hukumnya jika PTUN memenangkan Bapas Bogor.

“Saya rasa juga sama apabila hakim PTUN memenangkan misalnya Bapas Bogor pun saya yakin juga kuasa hukum Habib Bahar pun akan melakukan langkah yang sama, memiliki hak yang sama, yaitu salah satunya upaya banding. Jadi kita sama-sama hormati proses hukum, kami hormati putusan pengadilan, kuasa hukum Habib Bahar juga hormati hak-hak hukum Bapas Bogor,” kata Rika.

Sebelumnya, tim penasihat hukum Bahar, Aziz Yanuar meminta Kemkumham melalui Ditjen PAS bisa segera membebaskan kliennya. Hal ini menyusul putusan Majelis Hakim PTUN Bandung yang mengabulkan gugatan atas pencabutan asimilasi Bahar, Senin (12/10/2020).

“Harusnya secepatnya dibebaskan. Kami meminta pihak pemerintah dalam hal ini untuk patuh terhadap hukum dan konsekuen dengan putusan pengadilan,” kata Aziz Yanuar kepada awak media, Selasa (13/10/2020).

Aziz mengatakan, Bahar saat ini dikabarkan masih berada di Lapas Gunung Sindur. Aziz meminta pihak lapas segera mengantarkan Bahar ke rumah.