Pertahanan Keamanan Nasioal, Hari Ini AS Cabut 1.000 Visa Warga China

Pertahanan Keamanan Nasioal, Hari Ini AS Cabut 1.000 Visa Warga China
(foto-kompas)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mencabut visa 1.000 warga negara China di bawah mandat presiden 29 Mei, untuk menangguhkan masuknya pelajar dan peneliti dari China yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.

Pejabat kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Chad Wolf, mengatakan sebelumnya bahwa Washington memblokir visa "mahasiswa pascasarjana dan peneliti China tertentu yang terkait dengan strategi fusi militer China, untuk mencegah mereka mencuri dan melakukan penelitian sensitif." 

Mengutip laporan dari Al Jazeera pada Kamis (10/9/2020), dalam pidatonya, Wolf mengulangi tuduhan AS atas praktik bisnis yang tidak adil dan spionase industri oleh China, termasuk upaya untuk mencuri penelitian virus corona, dan menuduhnya menyalahgunakan visa pelajar untuk mengeksploitasi akademisi AS.

Wolf mengatakan AS juga bahwa langkah tersebut untuk "mencegah barang-barang yang diproduksi dari tenaga kerja budak memasuki pasar kami, menuntut agar China menghormati martabat yang melekat pada setiap manusia". 

Dikutip kompas.com, pernyataan yang jelas ditujukan untuk dugaan pelecehan Muslim di wilayah Xinjiang, barat China. Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Rabu (9/9/2020), bahwa kebijakan pencabutan visa tersebut dilakukan Donald Trump sebagai bentuk tanggapan terhadap China yang memberlakukan UU Keamanan Nasional baru di Hong Kong. 

"Pada 8 September 2020, departemen telah mencabut lebih dari 1.000 visa warga negara China yang ditemukan, untuk mengimplementasikan Proklamasi Presiden 10043 dan karena itu tidak memenuhi syarat untuk visa," kata juru bicara yang tidak disebutkan namanya, menggunakan inisial untuk China. 

Dia mengatakan "mahasiswa pascasarjana dan peneliti yang berisiko tinggi " tidak memenuhi syarat mewakili "sebagian kecil" orang China yang datang ke AS, untuk belajar dan melakukan penelitian. Sementara, pelajar dan cendekiawan yang sah akan tetap disambut. (Jo)