Nasional

Pernyataan Ketum PBNU di Harlah NU Bukan Sikap Politik

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj memberi kode keras mendukung Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Presiden RI dua periode. Ketua DPP PKB Lukman Edy menilai ungkapan Said Aqil dalam dalam pidato di peringatan Hari Lahir NU itu bukan sebagai sikap politik.

“Saya menganggap itu bukan pernyataan politik. Saya yang ada di situ menangkap pesan bahwa statement Kiai Said Aqil bukan pernyataan politik, bukan sikap politik,” kata Lukman saat dihubungi, Kamis (10/5/2018) malam.

Lukman menganggap ungkapan Said Aqil tersebut sebagai penghormatan karena Jokowi datang ke acara tersebut. Selain itu, ungkapan Said Aqil tersebut menurutnya adalah doa.

“Menurut saya yang saya hadir di acara, lebih ke hormat dia ke presiden. Kan di depannya ada presiden. Jadi biasa lah kiai seperti itu, memberikan motivasi, dorongan, doa. Itu biasa. Belum bisa diambil sebagai sikap politik,” ujar Lukman.

Lukman yang datang ke acara tersebut sebagai kader NU pun mengamini. Dan karena ungkapan Said Aqil adalah doa dari kiai, Lukman mengamini doa tersebut.

“Ya kita, doa kiai kita amini aja. Pak Kiai mendoakan Pak Jokowi sehat, amin,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketum PBNU Said Aqil dalam pidatonya di hadapan Presiden Jokowi seperti memberikan sinyal politik untuk mendukung Jokowi. Pidato itu disampaikan di acara yang digelar di halaman Masjid Raya Annur, Provinsi Riau, di Pekanbaru, Rabu (9/5/2018).

Said Aqil di hadapan warga NU di Pekanbaru mendoakan Presiden Jokowi panjang umur, sehat walafiat, tetap dimuliakan oleh Allah. Setiap kali mengucapkan hal itu, peserta Harlah mengaminkan.

“Presiden Jokowi panjang umur, sehat walafiat, tetap derajatnya diangkat oleh Allah, dalam rangka meneruskan pembangunan yang sudah tanggung ini. Masih tanggung ini, sedikitlah. Mudah-mudahan Allah selalu mengangkat derajatnya, memuliakannya. Paham ya, mosok ora paham,” kata Said.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close