Features

Pernikahan Anak SMP, Kepala KUA Dipanggil Kemenag

BANTAENG, SENAYANPOST.com –  Dalam sepekan terakhir, viral di media sosial pernikahan sepasang pelajar SMP di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Kantor Urusan Agama  (KUA) terpaksa melaksanakan pernikahan lantaran Pengadilan Agama (PA)  Bantaeng memberikan dispensasi. Padahal, sebelumnya KUA sempat menolak permohonan pernikahan tersebut dengan pertimbangan kedua calon pengatin belum cukup umur.

Merespons itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantaeng, Sulawesi Selatan, Muhammad Yunus memanggil Kepala KUA Kecamatan Bantaeng Muslimin HR dan Kepala Bimas Islam Bantaeng Muhammad Yassar untuk membahas pernikahan pasangan anak kelas 2 SMP Bantaeng.

Menurut Pelaksana Humas Kantor Kemenag Kabupaten Bantaeng Mahdi Bakri, penghulu pernikahan antara SY dan FA, Syarif Hidayat, juga turut dipanggil untuk membahas putusan pengadilan agama (PA) Bantaeng yang memberikan dispensasi agar pernikahan dilangsungkan.

“Hari ini mereka semua dipanggil. Keterangan dari Kaka (Kepala Kanwil) Kemenag Bantaeng putusan PA (Pengadilan Agama) harus dijalankan,” kata Mahdi, Senin (16/4/2018).

BACA JUGA: Oala, Dua Pelajar SMP Ini ‘Maksa’ Nikah Muda di KUA

Menurut Mahdi, dari hasil pertemuan, Kanwlil Kemenag Bantaeng setuju dengan putusan Pengadilan Agama yang mempertimbangkan pernikahan diharuskan untuk menghindari zina.

Kemenag Bantaeng juga menegaskan bahwa KUA dan penghulu tidak akan terpengaruh dengan tekanan yang disampaikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang tidak membolehkan pernikahan jika usia wanita belum 16 tahun dan pria 19 tahun.

“KUA tidak akan berani melawan dispensasi dari pengadilan agama,” kata Muhdi.

Menurut Muhdi, Kemenag Bantaeng menyayangkan pemberitaan yang membuat kesan jika kedua anak tersebut menikah akibat sudah ‘kebelet’. Muhdi menekankan selain sudah mendapat restu dari keluarga, proses pengajuan nikah sudah sesuai prosedur.

Atas dasar itu, saat ini pihak KUA harus segera menikahkan kedua anak yang sudah kembali mendaftarkan pernikahan pada 11 April lalu itu.

Menurut Mahdi sebelumnya, pada tanggal 27 Maret, calon pengantin laki-laki yang berumur 15 tahun 10 bulan dan calon pengantin wanita yang berumur 14 tahun 9 bulan itu sudah mendaftarkan pernikahan. Namun ditolak oleh KUA Bantaeng karena masalah usia.

Kedua pasangan itu pun kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Bantaeng dan akhirnya mendapat dispensasi.

“Sekarang sudah mendapatkan dispensasi dari PA, harus dijalankan. Ini perintah. Justru kalau tidak dijalankan KUA malah melanggar hukum,” kata Muhdi.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close