Permasalahan Garuda 

Permasalahan Garuda 
Tanri Abeng (Foto/NET)

Oleh: Tanri Abeng

KRISIS Garuda 1998 diawali dengan masalah internal yang mengakibatkan Garuda rugi selama  7 tahun dàn mengakumulasi menjadi US$1.6 Miliar yang  harus dibiayai dengan  hutang. 

Setelah krisis finansial, para kreditur panik. Langkah besar yang diambil pada  saat itu adalah ganti Dirut dan mengangkat almarhum Robby Djohan yang tegas dengan integritas sempurna.

Dalam waktu bersamaan, KKN dibersihkan tuntas termasuk mengembalikan 6 pesawat  MD11 dan menutup rute-rute yang merugi hampir  bersamaan. 

Dan betul, kondisi eksternal masih mendukung, namun tanpa langkah besar dan  timing yang tepat belum tentu Garuda dapat diselamatkan dengan hanya meminjam US$100 juta dari pemerintah. Kepercayaan kepada manajemen Garuda membuat para kreditur bersedia melakukan restrukturisasi hutang.

Kondisi sekarang  memang lebih berat. Namun mengingat Indonesia adalah pasar penerbangan domestik yang sangat besar (negara kepulauan), seyogyanya peluang masa depan juga masih besar. 

Dengan  perencanaan yang matang serta penempatan manajemen yang kompeten, berani dan memiliki integritas, eventually Garuda akan kembali berjaya. Tetapi apakah pemerintah mau mengambil risiko finansial pada saat ini? 

Terkadang the biggest risk is not taking risk at all -untuk direnungkan.

*Tanri Abeng, pengusaha Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan.