Ekonomi

Perluasan Perkebunan Sawit ke Kawasan Hutan Mengkhawatirkan

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Kalangan pakar kehutanan merasa khawatir denbgan perluasan kawasan perkebunan sawit Indonesia. Para pakar ini menilai perluasan perkebunan kelapa sawit ini telah menjadi ancaman yang serius bagi hutan di Indonesia.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr. Budiadi menyebutkan sekitar 2,8 juta hektar lahan perkebunan sawit berada di dalam kawasan hutan. Lokasinya dalam kawasan hutan membuat statusnya menjadi ilegal.

“Hasil olahan data yang kami lakukan mencatat dari jumlah tersebut, sekitar 35 persen merupakan kebun yang dikelola masyarakat, sedangkan sisanya dikelola perusahaan,” katanya di kampus Fakultas Kehutanan UGM, Sabtu (20/10/2018).

Ia menegaskan keberadaan kebun kelapa sawit monokultur yang dikelola masyarakat di kawasan hutan menimbulkan berbagai dampak yang buruk bagi ekosistem hutan alam yang heterogen. Selain itu, jelasnya lagi juga akan memicu dibangunnya kebun-kebun sawit baru di sekitarnya.

Dekan mengemukakan dalam menyikapi kondisi tersebut, Fakultas Kehutanan UGM mengambil posisi dan berkontribusi menawarkan solusi.

“Tantangan utama adalah menyelesaikan masalah keterlanjuran dari ekspansi kebun kelapa sawit di dalam kawasan hutan, dan mengantisipasi dampak dari ekspansi kebun kelapa sawit tersebut terhadap lingkungan, sosial, kesejahteraan masyarakat, dan prioritas pembangunan lainnya,” tegasnya.

Budiadi mengatakan pemerintah telah mengeluarkan Inpres Nomor 8/2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Sawit.

Melalui Inpres tersebut, pada intinya Gubernur dan Bupati diperintahkan untuk mengevaluasi kembali izin pelepasan kawasan dan menunda penerbitan izin pembukaan kebun sawit selama masa tiga tahun.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close