Konsultasi Hukum

Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Merek Terdaftar

Saya memiliki usaha rumah makan yang sudah saya jalani kurang lebih selama 25 tahun dan ketika saya pergi ke suatu daerah dan melihat rumah makan yang mirip dengan rumah makan yang sedang saya jalani sekarang, dan setelah saya mampir kerumah makan tersebut ternyata Cita Rasa Makanan tersebut hampir sama dengan resep yang ada dirumah makan saya sampai plang (papan nama) merek pun sama padahal merek telah di daftar di Dirjend Kekayaan Inteletual, pertanyaan saya dapatkah pelaku di tuntut secara hukum,dituntut ganti kerugian dan berapa besar ganti kerugian yang dapat diperoleh sesuai Undang-Undang Tentang Merek ?

Monica Rahmadani Putri

Pramuka, Lampung

 

Terimakasih atas pertanyaan saudari Monica Rahmadani Putri

Jawaban:

Untuk menjawab pertanyaan ini akan menggunakan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis sebagai pengganti dari Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek. Undang-Undang membagi merek menjadi 2 yaitu Merek Dagang dan Merek Jasa.  Menurut pasal 1 angka 1 UU No.20 Tahun 2016, Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut -untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/ atau jasa.

Untuk mendapat perlindungan hukum, baik merek dagang maupun merek jasa harus didaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektuan pada Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI . sehingga Dan apabila merek telah terdaftar maka pemilik merek mempunyai hak atas merek sebagai pemegang hak eksklusif yang diberikan oleh negara.

Sistem perlindungan bagi pemegang Merek menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis adalah sistem konstitutif atau sistem first to file, didalam sistem ini dinyatakan bahwa orang yang pertama kali mendaftarkan Merek maka dialah yang berhak untuk menggunakan Merek tersebut, jadi jika pemilik usaha menjalankan usahanya dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa, namun ternyata mereknya belum didaftarkan maka resiko terbesar adalah bisa saja orang lain yang tanpa hak akan mendaftarkan Merek tersebut. Oleh karena itu, pendaftaran suatu Merek merupakan langkah yang paling awal dan utama dalam kegiatan usaha.

Dengan demikian sangat jelas fungsi dari pendaftaran merek yakni ;

  1. Sebagai alat bukti sebagai pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan;
  2. Sebagai dasar penolakan terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenisnya;
  3. Sebagai dasar untuk mencegah orang memakai merek yang sama keseluruhan  atau  sama  pada pokoknya  dalam  peredaran  untuk barang/jasa sejenisnya.

Apabila ada yang menggunakan merek yang sudah terdaftar maka pemegang hak atas Merek yang merasa dirugikan dapat menuntut ganti rugi secara perdata atau dapat melaporkan pengguna merek tanpa ijin untuk dapat di proses pidana.

Untuk menuntut ganti rugi atas merek yang telah didaftar harus melalui gugatan ke Pengadilan Niaga sesuai dengan pasal 83 ayat (1) menyatakan “Pemilik Merek terdaftar dan/atau penerima Lisensi Merek terdaftar dapat mengajukan gugatan terhadap pihak lain yang secara tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya untuk barang dan/atau jasa yang sejenis berupa: a. gugatan ganti rugi; dan/atau b. penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan Merek tersebut”

Untuk besarnya ganti rugi tergantung dari kerugian yang di timbulkan oleh pelanggar merek yang dapat diajukan dalam gugatan dan tergantung dari pertimbangan hakim pengadilan niaga.

 

Sedangkan secara pidana bagi para pelaku usaha yang meniru merek usaha milik orang lain yang sudah terdaftar terlebih dahulu dapat mengadukan kepada yang berwenang agar dapat diproses hukum sebagaimana diatur dalam pasal 100, 101,102 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis yaitu :

Pasal 100 ;

  1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau\diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
  2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/ataudiperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda palingbanyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 101

  1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan tanda yang mempunyai persamaan pada
    keseluruhan dengan Indikasi Geografis milik pihak lain untuk barang dan/atau produk yang sama atausejenis dengan barang dan/atau produk yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4(empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
  2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan tanda yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Indikasi Geografis milik pihak lain untuk barang dan/atau produk yang sama atau sejenis dengan barang dan/atau produk yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 102

“Setiap Orang yang memperdagangkan barang dan/atau jasa dan/atau produk yang diketahui atau patut diduga mengetahui bahwa barang dan/atau jasa dan/atau produk tersebut merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 dan Pasal 101 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)”

 

Demikian Jawaban ini Semoga Bermanfaat

 

ARIYAN DOVIE, S.H.

Advokat/ Konsultan Hukum LKBH Intan Bandarlampung

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close