Nasional

Perlancar Konektivitas, Kemenhub Bangun Bandara di Wilayah 3T

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Guna memperkuat kedaulatan sekaligus meningkatkan perekonomian serta memperlancar konektivitas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen membangun bandara di wilayah 3T atau terdepan, terluar, dan tertinggal.

“Selain itu untuk memperkukuh wawasan Nusantara dan kedaulatan maka kami siap menjadikan bandara sebagai fungsi pertahanan dan keamanan negara,” kata Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Dia berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan bandara di wilayah 3T, seperti Bandara Maimun Saleni di Sabang, Bandara Mopah di Merauke, Bandara D.C Saudale di Rote dan Bandara Miangas di ujung utara Indonesia.

Ia juga menambahkan Pemerintah juga telah membangun bandara di beberapa lokasi terisolir, dengan tujuan untuk membuka akses sehingga masyarakat di sana dapat terhubung dengan daerah lain di nusantara. Seperti Bandar Udara Letung di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Pengembangan Bandar Udara Letung ini bertujuan untuk membantu pengguna jasa transportasi udara dengan meningkatkan pelayanan angkutan udara. Hal ini dikarenakan akses dari dan ke Kabupaten Kepulauan Anambas tidak dapat dijangkau melalui jalur darat dan bandara ini juga untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Keberadaan bandara ini merupakan pelaksanaan dari Nawacita ke 3 yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, dilakukan dengan meningkatkan konektivitas terutama pada daerah 3T. Pembangunan bandar udara ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempercepat mobilitas manusia, barang dan jasa,” katanya.

Polana menegaskan bahwa pengembangan bandar udara penting untuk dilakukan guna membantu masyarakat setempat untuk menjangkau suatu wilayah dengan selamat, aman dan nyaman. Selain itu, juga untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang meningkat signifikan setiap tahunnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close