Perkantoran di Zona Merah Maksimal Diisi 25 Persen Karyawan

Perkantoran di Zona Merah Maksimal Diisi 25 Persen Karyawan
Ilustrasi kantor di tengah corona

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo menyampaikan tidak seluruh wilayah zona merah covid-19 menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, kantor yang berada di wilayah zona merah tetap harus mengurangi kapasitas karyawannya.

Aturan ini sesuai dengan Surat Edaran Kementerian PAN-RB Nomor 68 Tahun 2020 tentang Aturan Kerja ASN dalam Tatanan Kenormalan Baru. Surat itu menjelaskan wilayah dengan tingkat risiko tinggi atau merah hanya diperbolehkan mengisi perkantoran 25 persen dari total jumlah karyawan.

"Tetapi jika wilayah zona merah tersebut telah ditetapkan PSBB, kembali ke SE Nomor 58 Tahun 2020," kata Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis, 10 September 2020.

Surat Edaran Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja ASN dalam Kenormalan Baru. Aturan itu meminta instansi di wilayah tersebut melaksanakan work from home (WFH) secara penuh.

"Dan tetap dengan sistem sif, ada piket maksimal 10 atau 25 persen kerja kedinasan di kantor disesuaikan kondisi kerja kementerian atau lembaga atau pemerintah daerah," jelas Tjahjo.

Tjahjo menjelaskan ada 11 bidang pekerjaan yang diizinkan untuk tetap beroperasi selama PSBB. Ke-11 bidang pekerjaan itu ialah kesehatan, bahan pangan atau makanan dan minuman, energi, serta komunikasi dan teknologi informasi.

Kemudian, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi industri strategis dan pelayanan dasar, utilitas publik, industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari.