Lintas Daerah

Perguruan Tinggi di Yogyakarta Dukung Pemerintah Berantas Terorisme

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com –– Kalangan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta mengutuk keras aksi biadab kelompok teroris di Surabaya, Minggu (13/5/2018) kemarin.

Salah satunya Universitas Pembangunan Nasiona (UPN) “Veteran” Yogyakarta. Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof Dr Sari Bahagiarti, Senin (14/5/2018) menegaskan aksi aksi teror selalu akan merusak keharmonisan antaranak bangsa.

Karena itu, lanjut Sari, masyarakat tidak tidak terpancing dengan kejadian tersebut. “Kita semua menolak paham intoleransi, radikal dan ekstremisme lain yang menyebabkan rusaknya sendi-sendi berbangsa dan bernegara serta merusak perdamaian serta merusak nilai-nilai Pancasila.

“Kami mendukung langkah-langkah pemerintah dan negara untuk memberantas terorisme, radikalisme dan intolerans sampai ke akar-akarnyai,” katanya.

Sementara Pengurus Pusat Perkumpulan Keluarga Besar Tamansiswa, juga menyatakan dukungannya kepada pemerintah, TNI dan Polri mengusut tuntas dan memberantas samapi ke akar-akarnya.

“Kita semua menolak aksi kekerasan, terorisme, radikalisme dan aksi anti kemanusiaan lainnya,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Perkumpulan Kekuarga BEsar Tamansiswa, Prof Dr Cahyono Agus.

Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia, Dr-Ing Ilya Fajar Maharika menegaskan UII mengutuk keras aksi Surabaya.

Menurut dia, UII sebagai salah satu perguruan tinggi Islam di Indonesia terus mengembangkan lulusan sebagai manusia ulil albab.

Dia mengemukakan kalangan mahasiswa sebagai generasi muda bangsa diajak untuk ‘berjihad’ dengan menciptakan berbagai kesempatan dan peluang agar bangsa ini lebih maju.

“Era ke depan diperkirakan lebih dari 5000 jenis pekerjaan akan hilang,” katanya.

Namun, lanjutnya, akan ada lebih 10.000 jenis pekerjaan baru yang muncul. “Perjuangan untuk memunculkan pekerjaan-pekerjaan yang kini masih virtual itu,” ujarnya.

Melangkah menciptakan pekerjaan baru yang akan banyak bermanfaat bagi masyarakat mendatang katanya justru sebagai “jihad” yang penting bagi kemajuan umat. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close