Internasional

Perempuan Ini Racuni Keluarganya karena Masakannya Dihina

NEW DELHI, SENAYANPOST.com – Balas dendam karena masakannya dihina, perempuan di India nekat membubuhkan racun ke dalam makanan yang dihidangkan untuk ratusan orang.

Setidaknya, 125 orang mengalami keracunan. Lima di antaranya tewas, termasuk bocah berusia tujuh tahun. Sedangkan 120 korban lainnya menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit.

Keracunan massal ini terjadi pekan lalu di desa Mahad, distrik Raigad, negara bagian Maharashtra barat, India. Lokasi kejadian berjarak 75 km dari Mumbai.

“Setelah lima hari penyelidikan yang ketat, kami menangkap ibu rumah tangga Pragya Survase dengan tuduhan mencampurkan insektisida dalam makanan yang disajikan kepada tamu di salah satu pesta syukuran rumahnya di desa Mahad Senin (18 Juni 2018),” kata seorang pejabat polisi senior dari New Delhi, yang dilansir Xinhua, Senin (25/6).

Pradnya Survase (23), perempuan asal negara bagian Maharashtra ini membubuhkan pestisida ke dalam dal, makanan khas India yang terbuat dari kacang-kacangan.

Harian The Hindustan Times melaporkan, Pradnya awalnya berniat membunuh suami, ibu mertua, dua saudari iparnya, dan saudari ibu mertuanya.

Dalam pemeriksaan polisi, Pradnya mengatakan sejak dia menikah dua tahun lalu, keluarga sang suami selalu menghina kulitnya yang gelap dan makanan yang dimasaknya.

Tak tahan dengan semua hinaan yang diterimanya, Pradnya akhirnya berniat membunuh seluruh keluarga suaminya.

Dan saat itu tiba ketika sebuah pesta digelar di desanya pada sekitar pukul 14.30 hingga 23.30 pada pertengahan bulan ini. Dia membubuhkan pestisida ke dalam masakan yang disajikan dan menyebabkan mereka yang menyantap sajian itu mengeluh sakit perut yang diikuti muntah.

Perwira polisi Vishwajeet Kaingade mengatakan, semua korban keracunan menyantap makanan antara pukul 16.30 hingga 18.00. Polisi kemudian mencari orang yang menyiapkan makanan di jam-jam tersebut.

Polisi menambahkan, saat semua juru masak di acara tersebut ditanyai, Pradnya tak bisa berkelit dan terpaksa mengakui perbuatannya.

“Dia mengambil bubuk yang biasa digunakan untuk membunuh ular dan memasukkannya ke dalam makanan di pesta karena semua orang yang ingin dia bunuh ada di acara tersebut,” ujar Viswajeet.

Namun, semua sasaran Pradnya justru menyantap makanan yang belum dibubuhi racun oleh perempuan itu.

Berdasarkan pemeriksaan tim forensik, ditemukan kandungan pestisida dari makanan yang disajikan dan jejak racun itu ditemukan di dekat kediaman kerabat Pradnya.

Kini Prandya diancam hukuman mati karena sejumlah korban perbuatannya adalah anak-anak berusia paling muda tujuh tahun. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close