Lintas Daerah

Perda Toko Swalayan Dievaluasi

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta mengevaluasi Perda (Peraturan Daerah) tentang Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan yang diterbitkan Pemda Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu perda tersebut masih belum dapat diundangkan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Inoki Azmi Purnomo, Senin di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menjelaskan evaluasi dari Gubernur DIY tersebut terkait aturan jarak toko swalayan dengan pasar tradisional.

“Harus ada jarak,” kata Inoki.

Dia menjelaskan, hingga saat ini, Perda Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern belum diundang-undangkan, karena berdasarkan hasil evaluasi Gubernur DIY ada beberapa catatan.”Evaluasi dari Gubernur juga baru kami terima hari ini,” katanya.

Ia menambahkan ada beberapa catatan, di sejumlah pasal sehingga harus dipelajari lagi. Dikatakan beberapa poin penting yang menjadi perhatian Gubernur DIY adalah terkait jarak.

“Harus ada jarak antara toko swalayan yang terletak di jalan nasional. Dimana sebelumnya dalam Perda tidak mengatur terkait jarak tersebut,” ujarnya lagi.

Selain menurut Inoki, jam operasional toko modern juga turut menjadi evaluasi. Hal lainnya adalah dampak sosial yang ditimbulkan juga turut menjadi bahan evaluasi.

“Ada juga lokasi dimana toko swalayan tidak boleh ada di sekitar kampus dan stadion,” katanya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close