Perbedaan 'Visa Hidup' Versi Habib Rizieq vs Dubes Agus

Perbedaan 'Visa Hidup' Versi Habib Rizieq vs Dubes Agus
Habib Rizieq Shihab

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pernyataan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq soal visa-nya yang hidup lagi karena diperpanjang Arab Saudi jadi perdebatan. 

Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menegaskan Habib Rizieq hanya mendapat izin tinggal hingga paling lambat 11 November 2020, bukan perpanjangan visa.

Kabar soal perpanjangan visa itu disampaikan oleh Habib Rizieq sendiri lewat sebuah video yang diunggah YouTube Front TV pada Kamis (5/11/2020). Habib Rizieq menyebut mendapat perpanjangan visa sebagai ganti bayan safar, atau izin keluar dari Saudi. Rizieq mengatakan visanya yang sempat mati 2 tahun 5 bulan dihidupkan kembali oleh pemerintah Arab Saudi.

"Kita diberikan satu solusi oleh pihak keimigrasian karena mereka tahu saya tak lakukan kesalahan, pelanggaran, solusi yang diberikan bahwa kami sekeluarga tak diberikan bayan safar, tapi diberikan perpanjangan visa. Jadi visa saya yang sudah mati selama 2 tahun 5 bulan sudah mati, visa tersebut dihidupkan kembali dan berlaku sampai pertengahan bulan November 2020," kata Habib Rizieq, dalam video yang ditayangkan YouTube Front TV, Kamis (5/11/2020).

Dengan demikian, lanjut dia, catatan overstay hilang, termasuk denda. Habib Rizieq bersyukur atas solusi yang diberikan otoritas Saudi untuk bisa pulang ke Tanah Air.

"Terima kasih banyak dan penghargaan tinggi atas solusi yang diberikan kepada saya sehingga kami bisa pulang tanpa blacklist, tanpa denda, bahkan bukan dengan bayan safar. Tapi dengan perpanjangan visa, seolah-olah kami di sini memiliki visa selama 3 tahun lebih, bahkan bukan tiga tahun, kalau ditambah visa yang satu tahun, jadi hampir 4 tahun, 3 tahun 5 bulan, jadi semuanya saya tinggal di sini hampir 3 tahun setengah dan visa itu diberlakukan," kata Habib Rizieq.

Setelahnya, Habib Rizieq menunjukkan visa yang lama dan visa baru yang sudah diperpanjang. Dia menunjukkan masa berlaku visa yang lama itu sampai Juli 2018.

"Saya tunjukkan di sini, ini visa saya yang lama. Ini berlaku terakhir sampai tanggal 7 Zulkaidah tahun 1439 H, yaitu tanggal 20 Juli 2018. Itu masa berlaku visa yang lama, jadi semenjak 20 Juli 2018 visa ini sudah tidak berlaku," terangnya.

"Sekarang ini visa yang baru. Ini masa berlakunya tak lagi 7 Zulkaidah, menjadi 25 Rabi ul Awal, 1442 H, artinya bulan ini bertepatan dengan 11 November 2020, jadi sampai pertengahan November. Jadi sampai pertengahan November saya bisa pulang kapan saja, mau naik pesawat apa saja, tanpa ada membayar denda, tanpa blacklist, dan sebagainya. Dan ini anugerah Allah SWT," kata Habib Rizieq.

Rizieq menekankan lagi bahwa bayan safarnya sudah dibatalkan dengan perpanjangan visa. Maka, jika ada pihak-pihak yang menyatakan dirinya overstay akan dituntut secara hukum.

"Oleh karenanya, mulai saat ini, siapa pun, termasuk pejabat Indonesia, baik di dalam atau luar negeri, kalau ada yang mengatakan saya overstay, saya akan tuntut secara hukum karena itu menuduh saya ada pelanggaran. Jadi saya tidak ada overstay sama sekali saat ini," lanjut Habib Rizieq.

Dubes RI untuk Arab Saudi Bantah visa Habib Rizieq Diperpanjang

Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel memberikan sejumlah keterangan mengenai visa Habib Rizieq. Agus menyatakan visa Habib Rizieq tak pernah diperpanjang Saudi.

Dubes Agus menyebut pihaknya dan Kantor Imigrasi Kerajaan Arab Saudi telah berkomunikasi. Dia memperoleh 5 lembar dokumen keimigrasian yang berisi sejumlah informasi, termasuk soal paspor dan visa Habib Rizieq.

"MRS (Mohammad Rizieq Syihab), sesuai nama yang tertera dalam paspor bernomor B326????, visanya tidak diperpanjang oleh Pemerintah Arab Saudi dan hanya diberikan izin tinggal paling lambat sampai dengan 11 November 2020," kata Agus Maftuh dalam penjelasannya kepada detikcom, Jumat (6/11/2020).

"Artinya, Arab Saudi hanya memberikan waktu 9 hari sejak kedatangan MRS di Kantor Deportasi Syumaisi tanggal 2 November 2020 jam 11.00 siang dan mengurus administrasi kepulangan di lantai dua gedung yang berada di antara kota Makkah dan Jeddah tersebut," imbuh Agus Maftuh.

Agus Maftuh menyebut visa kunjungan bisnis (ta'syirat ziyarah tijariyyah), yang faktanya bukan untuk bisnis tersebut, masa berlakunya tetap dianggap berakhir pada tanggal 20 Juli 2018 dengan masa berlaku 365 hari. Agus Maftuh kemudian menjelaskan hal-hal yang termuat dalam sistem komputer imigrasi Arab Saudi.

"Dalam sistem komputer imigrasi Arab Saudi, layar pertama sangat jelas sekali tidak ada perpanjangan visa, yang ada adalah perubahan batas akhir tinggal (intiha' al-iqamah) sampai dengan 11 November 2020. Sedangkan batas tanggal berlakunya visa (tarikh intiha' as-salahiyah) tetap tanggal 20 Juli 2018 (dalam dokumen tertulis, 25/09/1439 H). Tampilan layar pertama ini berisi informasi tentang pendatang (ma'lumat za'ir)," kata Agus Maftuh.

Agus sebut Habib Rizieq tengah menjalani proses deportasi. Simak di halaman selanjutnya

Habib Rizieq Disebut dalam Proses Deportasi

Agus Maftuh menjelaskan soal perubahan batas akhir tinggal Habib Rizieq. Menurutnya, Habib Rizieq tengah menjalani proses deportasi.

"Perubahan batas akhir tinggal tersebut sudah biasa bagi para saudara-saudara kami para WNI yang menjalani proses tarhil atau deportasi dan bahkan biasanya dikasih jeda agak panjang yaitu satu bulan sampai dengan dua bulan. Itulah yang dikenal 'ta'syirat al-khuruj' (visa untuk keluar) dan MRS hanya dikasih 9 hari untuk meninggalkan Kerajaan Arab Saudi," kata Agus Maftuh.

Agus berharap Habib Rizieq teliti dalam membaca kata per kata dokumen tersebut. Jika ada perpanjangan visa, katanya, tanggal masa berlaku pasti akan berubah dan jumlah hari akan berubah menjadi 1.210 hari, 3 tahun, 3 bulan dengan perincian 365 hari visa bisnis tersebut, plus 845 overstay, plus 9 hari kesempatan yang diberikan untuk meninggalkan Arab Saudi. Faktanya, jelas dia, tanggal dan jumlah hari tidak berubah atau tetap di angka 365.

"Saya tegaskan dengan bahasa dan diksi santri: 'tarikh intiha' as-salahiyah syai'un wa intiha' al-iqamah syai'un akhar' (tanggal berlakunya visa itu sesuatu, sementara batas akhir tinggal itu sesuatu yang lain)," kata Agus Maftuh.

"KBRI Riyadh sudah sangat hapal dan paham bahasa serta karakter sistem komputer imigrasi Arab Saudi karena hampir setiap hari berkomunikasi dengan kantor tersebut untuk membantu saudara-saudara kita kembali ke Indonesia. Terkait denda overstay, di masa pandemi ini Saudi mengeluarkan kebijakan untuk menghapus denda bagi para ekspatriat. KBRI beberapa bulan yang lalu mengusahakan pembebasan denda overstay sebesar Rp 23 miliar," imbuh Agus.

Dubes Agus Maftuh Tertawakan Ancaman Habib Rizieq

Dubes Agus Maftuh tertawa menanggapi Rizieq yang mengancam akan menuntut siapa saja, termasuk pejabat Indonesia, yang mengatakan dirinya overstay di Arab Saudi.

"Ha-ha-ha-ha-ha... lucu dan aneh ini, akibat salah dalam memahami teks-teks dokumen atau dalam bahasa santri 'al-inhiraf fi fahmi nusus al-watsiqah' melenceng dalam memahami teks dokumen," kata Dubes Agus dalam penjelasannya kepada detikcom, Jumat (6/11/2020).

Agus Maftuh mengaku maklum karena Habib Rizieq menurutnya belum mengerti ilmu kekonsuleran, termasuk keimigrasian Arab Saudi sehingga menebar ancaman akan menuntut orang yang melabelinya dengan 'overstay'.

"Kami maklum dia juga belum selesai belajar 'al-alaqah ad-duwaliyyah fi al-islam' (hubungan antarnegara dalam Islam) yang mengatur rambu-rambu diplomatik," kata Agus.

Agus juga mengatakan bukan dirinya yang mengatakan Habib Rizieq overstay, melainkan pihak Arab Saudi. Hal itu, kata Agus, sudah tercantum dalam sistem imigrasi negara tersebut.

"Yang memberikan label overstay atau 'mutakhallif ziyarah' melewati batas masa tinggal itu sistem imigrasi Arab Saudi. Silahkan protes kepada Kerajaan Arab Saudi. Bukan kami yang menyematkan label tersebut. Aneh," imbuh dia.

FPI Sebut Dubes Agus Penyebar Hoax

Sekretaris FPI Munarman menanggapi Dubes Agus terkait pernyataan Habib Rizieq overstay. Ia menyebut Dubes Agus penyebar hoax.

"Dubes penyebar hoax," kata Munarman menanggapi penjelasan Agus Maftuh perihal status Rizieq di Saudi. Munarman menyampaikan tanggapannya kepada wartawan, Jumat (6/11/2020).

Dia menyarankan Agus Maftuh meletakkan jabatannya dan berhenti berbicara supaya tidak mempermalukan diri sendiri serta negara. Soalnya, informasi yang dia sampaikan terkait status Rizieq di Saudi tidak benar.

"Berhenti saja jadi Dubes kalau tidak punya informasi valid. Memalukan Indonesia saja kerja Dubes itu," kata Munarman.

Habib Rizieq awalnya telah mengumumkan dirinya dan keluarga akan terbang dari Arab Saudi ke Indonesia. Ia akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada 10 November 2020 pagi hari.

Dari bandara, Rizieq dan keluarga akan langsung ke kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat. Jadwal perjalanan Habib Rizieq dan keluarga sudah diatur sedemikian rupa. Tiket pesawat juga sudah dikantongi Rizieq dan keluarga.