OlahragaSepak Bola

Perbandingan Gaji Riedl, Milla, dan Simon McMenemy Selama Latih Timnas

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ada harga, ada rupa. Adagium itu sangat cocok untuk menggambarkan kualitas pelatih Timnas Indonesia PSSI harus merogoh kocek mahal saat mendatangkan Luis Milla pada 2016.

Pelatih yang sukses mengantar Spanyol U-21 juara Piala Eropa 2011 itu punya banderol yang tak murah. Mantan pemain Real Madrid dan Barcelona itu tercatat sebagai pelatih termahal dalam sejarah sepak bola Indonesia. PSSI harus merogoh kocek Rp2 miliar setiap bulan untuk Milla dan asistennya.

Sementara pelatih asing sebelum Milla, Alfred Riedl, dikabarkan hanya menerima gaji Rp1,2 miliar per tahun saat menangani pasukan Garuda di Piala AFF 2016.

Sempat diragukan kualitasnya, namun Riedl sukses mengantar Indonesia ke final meski akhirnya kalah dari Thailand.

Perbedaan gaji Riedl dan Milla sangat mencolok. Namun, banyak pihak menilai wajar karena level Milla memang berada di atas rata-rata pelatih yang pernah menangani Indonesia.

Di tangan Milla, Indonesia belum sempat mendapatkan gelar juara. Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Asia U-23 2018 dan hanya mampu meraih peringkat ketiga SEA Games 2017.

Garuda Muda juga harus mengubur mimpi lolos ke babak perempat final Asian Games 2018. Langkah Timnas U-23 dihentikan Uni Emirat Arab (UEA) lewat drama adu penalti 3-4 (2-2) di babak 16 besar.

Meski belum menghadirkan prestasi, namun banyak kalangan yang memuji performa Timnas Indonesia era Milla.

Tim Merah Putih dinilai berani memperagakan permainan menyerang dari kaki ke kaki lewat kecepatan para winger muda.

Hanya saja, gaji yang kelewat tinggi membuat PSSI kewalahan. Kontraknya pun diputus beberapa pekan jelang Piala AFF 2018 digulirkan.

Induk organisasi sepak bola Indonesia kemudian menunjuk Simon McMenemy sebagai gantinya pada Desember 2018.

Latar belakang juara Liga 1 bersama Bhayangkara FC dianggap cukup untuk membantu pasukan Merah-Putih kembali berjaya di Asia Tenggara.

Gaji Simon dipastikan tak sama dengan Milla. Namun, pendapatan mantan pelatih Mitra Kukar itu pasti berada di atas Riedl.

PSSI ditaksir memberi gaji sekitar Rp2-3 miliar per tahun untuk Simon. Nilai gaji yang cukup besar jika dibandingkan dengan banderol pelatih asing di Liga 1.

Simon mendapat kontrak selama dua tahun untuk membawa Indonesia bertarung di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF 2020.

Namun, masa depannya mulai dipertanyakan menyusul hasil buruk di dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2020.

Beto Goncalves dan kawan-kawan takluk 2-3 dari Malaysia dan menuai kekalahan telak 0-3 dari Thailand. Hasil negatif ini membuat suporter mendesak Simon mundur dari kursi pelatih Timnas Indonesia.

Anggota Exco PSSI Gusti Randa mengatakan merekrut kembali Milla tidak menjadi opsi federasi. Pasalnya, PSSI menganggap gaji mantan pemain Real Madrid dan Barcelona itu terlalu tinggi. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close