Hukum

Perawat Sebut Benjol Novanto Sebesar Kuku Jari

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ternyata benjolan yang diderita Setya Novanto saat kecelakaan mobil tak sebesar kue bakpao. Mantan Ketua DPR itu memang punya benjolan di pelipis, namun hanya sebesar kuku jari tangan.

Hal itu disampaikan perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau Indri Astuti dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin

“Setelah itu, baru timbul benjolan setelah dokter Bimanesh masuk dua kali ke kamar perawatan. Jadi, ada dua benjolan, tapi benjolan hanya sebesar kuku saya lebarnya,” kata Indri.

Indri bersaksi untuk dokter RS Medika Permata Hijau dokter Bimanesh Sutarjo yang didakwa bekerja sama dengan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, untuk menghindarkan Novanto yang saat itu diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus e-KTP

“Dokter Bimanesh mengatakan, lho tadi tidak ada, sekarang kok ada? Pasien juga masih tetap dalam posisi diam saja,” kata Indri.

Padahal, Fredrich sebelumnya mengatakan bahwa pada malam itu Setnov mengalami kecelakaan dan dalam keadaan pingsan, sekujur tubuhnya mengalami luka, serta bagian pelipis benjol sebesar kue bakpao.

“Kemunculan benjolannya setelah pasien ditensi. Dokter Bimanesh mengambil alih pekerjaan saya, beliau tensi sendiri sambil mengatakan ke pasien hasilnya 180/110, tapi pasien tetap diam saja,” beber Indri, merujuk proses pengukuran tekanan darah (tensi) Setnov saat itu.

Sedangkan, menurut dia, luka lain yang dialami Novanto adalah sedikit lecet di tangan kiri dan kanan, serta di dahi sebelah kiri.

“Setelah itu saya mengambil alat EKG untuk merekam jantung pasiennya. Sebelum tindakan, saya selalu minta izin pasiennya, ‘Pak saya rekam jantung ya’. Bapak itu diam saja dan matanya masih merem,” lanjut Indri.

Sesudah menyelesaikan observasi singkat, Bimanesh pun memerintahkan Indri untuk menempel infus ke pasien.

“Dokter Bima mengatakan ke saya, pasang infusnya ditempel saja ya,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close