Kriminal

Perangkat Desa dan Guru Hononer Edarkan Ribuan Lembar Uang Palsu

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Seorang perangkat desa dan seorang guru honorer salah satu SD di Kabupaten Pati, dan dua orang warga Magelang, Provinsi Jawa Tengah, ditangkap jajaran Polsek Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, karena terlibat dalam produksi dan pengedaran yang palsu.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto didampingi Kapolsek Godean Kompol Herry Suryanto serta Kasatreskrim Polres Sleman AKP Anggaito, Selasa (19/3/2019) di Mapolsek Godean menjelaskan, tersangka IK yang merupakan perangkat desa di Pati adalah produsen uang palsu, bersama HS yang juga warga Pati dan berprofesi menjadi guru honorer.

Pengungkapkan ini berawal dari kecurigaan seorang pedagang angkringan yang selalu menerima uang kertas 100.000an. “Pedagang ini curiga, dan menduga uang palsu dan kemudian lapor ke polisi,” katanya.

Setelah ada laporan, polisi segera bergerak cepat dan akhirnya mendapati ribuan lembar uang kertas palsu,beserta peralatan untuk membuat uang palsu.

Selain menangkap dua terangka, polisi juga menangkap dua wargta Magelang yang diduga kuat terlibat kasusperedaran uang palsu.

Kapolsek Godean, Kompol Herry Suryanto menambahkan, dari pengakuan tersangka, mereka membuat uang palsu itu baru sekitar satu bulan.

Kini keempat tersangka itu dijerat dengan pasal 36 ayat 2, ayat 3 juncto pasal 26 ayat 2, ayat 3 UU nomor 7 tahun 2011 dan pasal 244 KUH Pidana dan pasal 245 KUH Pidana subsider pasal 55 KUH pidana juncto pasal 56 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Fitriani mengapresiasi pengungkapan kasus uang palsu ini.

Menurut dia, Bank Indonesia selalu menggunakan teknologi terbaru dan menggunakan pengamanan terbaru sehingga sulit jika akan ada yang berusaha memalsukan uang. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close