Lintas Daerah

Peragakan 87 Adegan, Begini Aksi Sadis Deni Mutilasi ASN Kemenag di Banyumas

BANYUMAS, SENAYANPOST.com  – Kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Komsatun Wachidah, aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) Bandung yang dilakukan tersangka Deni Prianto, warga Banjarnegara, Jawa Tengah direkonstruksi ulang.

Seperti dikutip inews, Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memeragakan 87 adegan dimulai dari pertemuan tersangka dengan korban di kamar kos di Bandung, hubungan intim hingga terjadinya pembunuhan dan mutilasi.

Kanit III Satreskrim Polres Banyumas, Ipda Rizki Adiansyah Wicaksono mengatakan, dari 87 adegan yang diperagakan tersangka dalam rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi ini dipastikan aksi keji ini sudah direncanakan tersangka.

Rencana itu dilakukan tersangka karena korban terus menagih uang yang dipinjamnya sebanyak Rp25 juta dan didesak untuk menikahi korban. Tersangka dan korban yang baru berhubungan selama 2 bulan ini berkenalan melalui media sosial.

“Dari rekonstruksi ini, semuanya sudah sesuai mulai dari kapan dia (tersangka) berniat membunuh dan menyiapkan untuk menghabisi nyawa korban, dan kapan pelaku menghabisi nyawa korban, serta dengan apa tersangka memutilasi, membawa tubuh korban dan memabakarnya,” kata Rizki di Mapolres Banyumas, Selasa (30/7/2019).

Dia menegaskan, tersangka sudah dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 365 ayat 3 dengan ancaman hukuman mati atau seberat-beratnya seumur hidup.

Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap aksi pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran terhadap korban pada 7 Juli 2019 lalu diawali saat tersangka Deni Prianto mengajak korban bertemu di salah satu kamar kos di Bandung.

Pertemuan itu ternyata sengaja dilakukan karena tersangka sudah berniat menghabisi nyawa korban. Tersangka juga sudah menyiapkan martil besar atau godam. Saat berhubungan intim dengan korban, tersangka memukul kepala korban sebanyak empat kali dengan menggunakan godam.

Setelah korban tak bernyawa, tersangka membeli golok dan kantong plastik besar, serta kontainer plastik di salah satu toko di Cileunyi, Bandung. Tersangka kembali ke kamar kos dan mulai memutilasi tubuh korban di kamar mandi.

Tersangka mengawali mutilasi pada bagian kepala korban dan kedua tangan lalu dimasukan ke dalam kantong plastik hitam. Tersangka kembali memotong bagian kaki dan tubuh korban dan dimasukan ke dalam plastik serta kontainer. Dari potongan tubuh korban dan baju korban ini terdapat empat kotak kontainer.

Setelah membungkus seluruh potongan tubuh korban, tersangka membawa kontainer berisi potongan tubuh korban ke mobil milik korban.

Tersangka sempat meminta tolong dua warga yang berada di depan rumah kos untuk membawakan dua kontainer berisi potongan tubuh korban yang masih berada di kamar kos untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

Tersangka juga berpamitan dengan warga sekitar untuk pergi ke Jakarta. Ternyata tersangka pulang untuk menemui dan memberitahukan istrinya di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara jika telah membunuh perempuan yang diselingkuhinya.

Sebelum sampai rumah, tersangka membawa satu kardus berisi pakaian korban menuju di tengah Lapangan Desa Gumelem Wetan. Tersangka lalu pergi untuk membakar potongan tubuh korban di kolong saluran air Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas.

Setelah itu, tersangka membeli ban bekas untuk membakar potongan tubuh korban lainya di bawah jembatan jalan Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kebumen.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close