Penyelundupan Ratusan Ribu Bungkus Rokok Ilegal Digagalkan TNI AL

Penyelundupan Ratusan Ribu Bungkus Rokok Ilegal Digagalkan TNI AL

JAMBI, SENAYANPOST.com – Penyelundupan ratusan kardus berisi 235 ribu bungkus rokok ilegal merk Luffman di perairan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, berbatasan dengan Perairan Pulau Kijang, Riau, digagalkan personel TNI AL dan saat ini penyidikan diserahkan ke Ditjen Bea Cukai, KSOP dan TNI AL.

“Rokok itu diangkut dengan dua kapal yang disandarkan di Pelabuhan Marina Kuala Tungkal,” ujar Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Palembang Kolonel Laut Saryanto di Kantor Bea Cukai, Kuala Tungkal, Rabu (11/12/2019).

Saat melihat langsung kapal pengangkut rokok illegal di Pelabuhan Marina Kuala Tungkal, Rabu (11/12/2019), Danlanal Palembang, Kolonel Laut Saryanto, disampingi Kepala Bea Cukai, Kasatpol Air Polres Tanjab Barat, KSOP Kuala Tungkal, Asisten II Bupati Tanjab Barat, mengatakan, rokok tersebut hasil operasi Satgas Andalas 19.E Dispamal dan F1QR Lanal Palembang.

“Dalam operasi ini tim berhasil mengamankan 470 dus rokok illegal merk Luffman senilai Rp 1.6 Miliar,” ungkap Danlanal.

Jika dihitung satu kardus berisi 50 selop, dan satu selop berisi 10 bungkus rokok, maka jumlah rokok yang diangkut Kapal KM Arfina I dengan nomor lambung 13680 yang berasal dari Pulau Kijang, Riau itu, sebanyak 235 ribu bungkus.

Danlanal mengatakan, penyergapan yang dilakukan tengah malam pada 28 November 2019 itu meski sempat dilakukan upaya pengejaran, namun pelaku berhasil kabur dengan menggunakan kapal cepat. Tapi, petugas berhasil mengamankan dua buah kapal kayu yang berisi ratusan kardus rokok.

“Saat disergap, kapal ini sedang melaksanakan ship to ship menggunakan kapal cepat. Jadi, begitu kita sergap tersangka melarikan diri dengan dua buah kapal HSC dengan kecepatan 50 knot,” ungkapnya.

Untuk kewenangan penyidikan terhadap muatan diserahkan kepada pihak Bea Cukai dan penyidikan kapal diserahkan ke KSOP dan TNI AL. Dugaan sementara pelaku penyelundupan merupakan sindikat, sebab bawaannya mencapai ratusan ribu bungkus dan akan diedarkan di Sumatera.

Sementara, Kepala Kantor Pengawasan, Kepala Bea Cukai, Provinsi Jambi, Ardiyatno, menyampaikan pihaknya akan terus bekerjasama dengan penegak hukum, terutama yang melanggar aturan seperti rokok yang tidak memiliki cukai ini. Pihak Bea Cukai sendiri akan menyerahkan barang temuan ini kepada negara.

“Barang ini kita tidak tahu siapa pemiliknya yang pasti sesuai undang undang kita akan kembalikan ke negara. Apabila pemiliknya tidak ditemukan, rokok akan dimusnahkan,” ujarnya. (WS)