Kriminal

Penyelundupan Puluhan Ribu Bibit Lobster dari Banten Digagalkan Polisi

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Sebanyak 54 ribu bibit lobster dari Provinsi Banten tanpa dilengkapi dokumen yang akan diselundupkan keluar negeri melalui Batam, Kepulauan Riau, digagalkan jajaran Polresta Tulangbawang, Provinsi Lampung.

“Polresta Tulangbawang menangkap empat warga Provinsi Banten membawa 54 ribu bibit lobster yang tanpa dilengkapi dokumen dari hendak diselundupkan keluar negeri lewat Kota Batam,” terang Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Dra Sulistianingsih, di Bandarlampung, Minggu (14/10/2018).

Ia menjelaskan, dalam perjalananan darat dari Banten ke Batam, mereka mampir untuk mengganti air dan mengisi oksigen di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulangbawang bersama Polsek Banjar Agung mengamankan upaya penyelundupan itu pada Jumat (12/10/2018), sekira pukul 17.00 WIB.

Sementara, Kapolres Tulangbawang, AKBP Raswanto Hadiwibowo, SIK., M.Si., bersama Kasat Reskrim, AKP Zainul Fachri, SIK., mengatakan, para tersangka, masng-masing SU (26), AS (26), MA (32), dan SU (37).

Berdasarkan identitas dan keterangan para pelaku, SU dan AS yang sama-sama wiraswasta dan MA dan SU yang berprofesi sopir sama-sama warga Kecamatan Wana Salam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Pengakuan pelaku, puluhan ribu ekor bibit udang lobster tersebut dibawa melewati Pelabuhan Bakauheni untuk dijual ke luar negeri melalui Pelabuhan Kota Batam.

Dari tangan para pelaku berhasil disita BB (barang bukti) berupa 54 ribu ekor bibit udang lobster yang dikemas dalam kantong plastik, mobil Avanza warna silver B 1089 NOS, 5 derigen yang berisi air laut, 12 buah galon, 1 kotak yang berisi plastik kosong dan 1 kotak batu es.

Para pelaku, jelas dia, sekarang sudah ditahan di Mapolres Tulangbawang dan terancam hukuman penjara paling lama delapan tahun serta denda Rp1,5 miliar.

“Untuk BB bibit udang lobster, usai konferensi pers langsung diserahkan kepada Dinas Karantina Ikan Bandarlampung untuk dilepas ke alam liar,” jelasnya. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close