Penyelenggara Acara Rizieq Shihab di Megamendung Terancam Denda Rp50 Juta

Penyelenggara Acara Rizieq Shihab di Megamendung Terancam Denda Rp50 Juta

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut bakal  ada sanksi denda kepada penyelenggara acara Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor. 

Kemungkinan bisa dijatuhkan denda maksimal yakni Rp50 juta.

"Ada denda (seperti DKI Jakarta), itu kan urutannya 3 dalam aturan Jawa Barat. Teguran lisan, teguran tertulis dan denda administratif. Denda administratif itu dari Rp 50 ribu sampai Rp 50 juta. Di peraturan Bupati Kabupaten Bogor. Saya kira bukan tidak mungkin jumlah dendanya yang maksimal," kata Ridwan Kamil, Jumat (20/11/2020).

Ridwan Kamil mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan teguran secara tertulis ke pemerintah Kabupaten Bogor. Dia bicara kemungkinan ada sanksi lain, namun masih dalam pertimbangan.

"Dalam aturannya itu ada sifatnya teguran lisan, itu sudah ada yang sifatnya tertulis sedang dipersiapkan dan ada pertimbangan lainnya yang kita putuskan secara baik," ujarnya dilansir detikcom.

Di satu sisi, dia menyampaikan rasa simpati kepada Bupati Bogor Ade Yasin yang saat ini tengah dirawat di RSPAD karena COVID-19. Namun dia menegaskan, aturan akan tetap ditegakkan dengan tetap mengedepankan rasa kemanusiaan.

"Tapi juga secara kemanusiaan saya juga harus menyampaikan rasa simpati saya karena ibu bupatinya sekarang dirawat di RSPAD karena Covid. Suasana kebatinan di Kabupaten Bogor sedang tidak baik kira-kira begitu. Jadi aturan tetap ditegakkan tapi kemanusiaan juga kita akan dahulukan," kata Ridwan Kamil.

"Tapi dari pihak Kabupaten Bogor sudah menyiapkan juga sanksi sesuai aturan karena batas pemberian sanksi itu ada 14 hari untuk tabayun cek and ricek dulu baru pemberian sanksi," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) dimintai keterangan oleh Bareskrim Polri selama 7 jam terkait acara yang dihadiri HRS di Megamendung. RK meminta maaf atas kerumunan di Megamendung tersebut.

"Tadi selama kurang-lebih 7 jam dari jam 10-an. Sebagai warga negara yang sangat taat pada aturan hukum datang karena diminta keterangan-keterangan dalam kapasitas sebagai ketua komite penanggulangan COVID juga Gubernur Jawa Barat perihal keramaian kerumunan di Megamendung," kata RK di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/11).