Kesehatan

Penyakit Lupus Banyak Menyerang Wanita Usia Produktif

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Ahli rematologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr.dr. Nyoman Kertia, Pp.PD-KR, Jumat di Yogyakarta mengatakan, penyakit lupus, sampaiu saat ini masih menjadi persoalan kesehatan global.

terdapat 5 juta pasien lupus tersebar di seluruh dunia dan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

“Penyakit autoimun ini dapat menyerang siapa saja, namun hingga saat ini kasus lupus paling banyak terjadi pada wanita usia produktif,” jelasnya.

Menurut dia, wanita merupakan kelompok yang lebih sering terjangkit penyakit ini dibanding laki-laki karena berhubungan dengan aktifitas hormon dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.

Dia menambahkan, wanita muda usia kisaran 15-25 tahun merupakan kelompok yang lebih rentan terkena lupus.

Lupus merupakan penyakit seribu wajah sebab memiliki gejala yang tidak khas. Gejala dan sakit yang ditimbulkan beragam dan manifestasi lupus pada tiap orang yang terkena bisa berbeda-beda.

Meskipun sulit dikenali, Nyoman mengatakan orang dapat mengenali gejala-gejala awal lupus melalui Saluri (Sadari Lupus Sendiri). Gejalanya antara lain nyeri pada sendi, demam, ruam di kulit, rambut rontok, demam, sariawan, dan sensitif terhadap paparan sinar matahari.

“Jika sudah ada dua gejala, misalnya demam disertai nyeri sendi sebaiknya segera periksa ke dokter,” kata Ketua Departemen Penyakit Dalam FKKMK UGM.

Nyoman mengatakan penyebab lupus belum diketahui secara pasti. Berbagai faktor diduga berperan pada patofisiologis lupus, seperti faktor genetika, infeksi, dan lingkungan seperti polusi dan makanan tidak sehat.

Penyakit ini, lanjutnya, tidak dapat disembuhkan, namun bisa dikendalikan sehingga terdapat kemungkinan untuk kambuh apabila daya tahan tubuh menurun. Oleh sebab itu, dia mengimbau para penderita lupus (odapus) untuk menjaga kondisi tubuh dengan baik. (**)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close