Hidup Sehat

Penyakit Jantung Empat Kali Lebih Mematikan Dibanding Covid-19

Penyakit Jantung Empat Kali Lebih Mematikan Dibanding Covid-19
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Selama hampir dua tahun, perhatian dunia tertuju pada infeksi Covid-19, penyakit dengan tingkat kematian cukup tinggi. Sebanyak 222 negara dan wilayah telah melaporkan lebih dari 230 juta kasus Covid-19 dan 4,7 juta kematian sejak kasus pertama dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Desember 2019. 

Namun, tanpa disadari, masih ada penyakit lain yang dapat membunuh secara diam-diam. Bahkan, faktanya penyakit ini telah menyebabkan hampir 18 juta kematian per tahun, sehingga dianggap empat kali lebih mematikan dibandingkan Covid-19.

“Pembunuh diam-diam itu adalah penyakit kardiovaskular,” kata Sigal Atzmon, Presiden & CEO Medix Group, penyedia solusi manajemen kesehatan, Rabu (29/9/2021).

Penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh nomor satu di dunia hingga saat ini. Menurut WHO, diperkirakan 17,9 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada 2019, atau setara dengan 32 persen dari total angka kematian global. 

Dari angka kematian tersebut, 85 persen disebabkan serangan jantung atau stroke. Sementara itu, berdasarkan data Statista, jumlah penderita penyakit jantung di Indonesia diperkirakan akan mencapai enam juta orang pada 2024.

Bertepatan dengan peringatan Hari Jantung Sedunia pada 29 September, Medix yakin sudah tiba waktunya untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit kardiovaskular dan berbagai penyebabnya, termasuk di antaranya merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan polusi udara.

“Dengan begitu banyaknya pemberitaan tentang pandemi disertai dengan update angka kematian global, maka kita seakan-akan lupa bahwa ada penyakit lain, beberapa bahkan lebih mematikan daripada Covid-19,” ujarnya.

Solusi digital Medix juga menyediakan tools pencegahan dan penilaian digital yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan juga mendiagnosis sedini mungkin, sehingga penyakit masih dapat diobati dan dikelola.