Politik

Penuhi Panggilan Bawaslu, Anton Bantah Penyebutan ‘Hidup Jokowi’ Kampanye

BANDUNG, SENAYANPOST.com – Calon wakil gubernur Jawa Barat nomor urut dua, Anton Charliyan, memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait penyebutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat debat publik kedua beberapa hari lalu.

Anton Charliyan membantah jika dirinya telah mengampanyekan Jokowi saat meneriakkan 1″hidup Jokowi” pada debat kedua Pilkada Jawa Barat.

“Saya baru saja diklarifikasi kurang lebih satu jam,” kata Anton, yang datang ke Kantor Bawaslu Jabar tanpa pasangannya TB Hasanuddin, Minggu (20/5/2018).

Klarifikasi ini, menurut Anton, terkait dengan ucapan dirinya waktu di debat kedua yang menyebutkan nama Jokowi.

Anton mengatakan, Bawaslu mencecarnya dengan 13 pertanyaan seputar penyebutan nama Jokowi saat penampilan seni yang disuguhkan pasangan nomor urut dua itu.

Menurut Anton, ucapan dirinya waktu itu bukan kampanye, melainkan lebih kepada spontanitas ketika bernyanyi di atas panggung.

“Karena sebagai backsound dari sebuah lagu tentang lingkungan hidup, yang memang di sana disebutkan `Citarum Lestari Kadeudeuh Ti Jokowi`, ketika mengatakan Kang Jokowi saya sampaikan `Hidup Jokowi`. Saya hanya backsound lagu, bukan kampanye gitu,” katanya.

Anton menilai ucapannya itu bentuk penghargaan kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian Sungai Citarum.

Dengan begitu, ia yakin tidak melanggar aturan kampanye.

“Ya kalau kontekstual saya kira, Pak Jokowi milik bersama. Masa program `ehem ehem ehem` kan tidak begitu. Dan sekarang pun juga beliau masih jadi presiden RI yang harus kita hormati, yang penting jangan dalam kontekstual kampanye, `pilihlah si X di tahun X`, ini kan tidak,” kata Anton. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close