Opini

Pentingnya Liburan

Oleh Rochmat Wahab

BEKERJA rutin setiap hari itu penting. Berlanjut dalam seminggu, sebulan, setahun atau bertahaun-tahun dengan jadwal normal sebagaimana layaknya anak belajar dan orang bekerja.

Dalam seminggu biasanya anak atau orang itu tidak belajar atau bekerja terus menerus, tetapi ada off dengan berbagai variasi.

Demikian juga dalam setahun biasanya kita tidaklah belajar atau bekerja terus, melainkan ada waktu dengan jumlah hari tertentu bebas dari kegiatan belajar atau bekerja, itulah yang disebut hari libur atau liburan. Karena itu liburan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan.

Ada sejumlah alasan yang membuat setiap individu itu memerlukan liburan. Pertama, dengan mengambil waktu jedda, kita memperbaiki produktivitas.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa siapapun yang bekerja yang terlalu, maka waktu di ujungnya tidak bisa dijaga jumlah dan kualitas hasilnya. Bekerja terlalu keras ternyata pada kenyataannya mengganggu kualitas kerja. Yang ujung-ujungnya berdampak pada produktivitas kerja.

Kedua, Kita akan lebih sehat. Jika kita tidak mengambil waktu untuk rilek dan istirahat, sama halnya kita menempatkan diri kita pada posisi stress atau tertekan. Stres dapat memiliki implikasi negatif terhadap kesehatan kita, menaikkan tekanan darah, serangan jantung dan depressi. Karena itu penting bagi kita untuk memelihara diri kita sebagaimana memeilihara beban pekerjaan kita.

Ketiga, adanya waktu berkualitas dengan orang yang kita cintai. Jika kita bekerja terlalu lama berarti kita tidak memiliki waktu cukup dengan orang yang kita cintai sebagaimana yang kita inginkan. Dengan menetapkan waktu liburan cuti tahunan, kita bisa menjadwal waktu berkualitas dengan orang-orang yang kita cintai.

Apakah itu kegiatan yang bisa diadakan di rumah atau dengan pergi bersama. Dengan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan keluarga atau teman, kita dapat menghilangkan stres dan bisa fresh kembali.

Keempat, menambah pengalaman baru. Ada terlalu banyak yang bisa diperbuat dan dilihat di dunia. Tidak akan pernah terjadi sesuatu jika kita mengurung diri di kantor. Ambil waktu jedda dan mengalami sesuatu yang baru sehingga kita tidak menyesali di belakang hari.

Boleh jadi jika kita mengambil hobby baru, yang akhirnya siapa tahu bahwa hobby baru bisa memberikan kesempatan untuk kita berkiprah ketika bidang pokok kita mengalami stagnant.

Kelima, keseimbangan hidup adalah penting. Jika keseimbangan kerja dan hidup tidak bisa dipenuhi atau terwujud, sangatlah mungkin bahwa kita akan mulai membangun rasa negatif terhadap pekerjaan kita. Bahkan bisa jadi dapat mengancam kesehatan kita.

Untuk bisa bahagia dengan pekerjaan kita, marilab memelihara dorongan dan semangat untuk bekerja yang terbaik berdasarkan kemalpuan kita. Namun yang juga sangatlah penting adalah menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi kita. Dengan begitu kita bisa mewujudkan gaya hidup yang sehat.

Dengan liburan memang di satu sisi kita dapat memetik beberapa keuntungan yang sangat baik bagi kehidupan kita selanjutnya, baik terkait dengan kesehatan fisik atau mental, produktivitas, menambah wawasan meupun membangun jaringan.

Namun di sisi yang lain ternyata ada sejumlah persoalan yang membuat liburan berdampak negatif terhadap kehidupan kita. Katakanlah pelancong sebagai liburannya, bahwa lebih dari separuhnya menghadapi gangguan mental, akibat dari akumulasi jadwal penerbangan, peraturan yang kaku di tempat wisata, tempat istirahat yang selalu match, tempat crowded yang sangat melelahkan, kebebasan minum dan makanan yang merusak kesehatan, menghadapi security yang tidak friendly dan sebagainya.

Yang jelas bahwa untuk menikmati liburan yang bermakna perlu persiapan yang matang dan persediaam cukup fisik dan mental. Juga perlu kewaspadaan dan kehati-hatian selama liburan yang mengisinya dengan melancong, baik terhadap keselamatan jiwa maupun keamanan.

Akhirnya bahwa liburan itu memang menjadi kebutuhan hidup kita, sehingga kehidupan kita dalam keseimbangan. Kita seharusnya tidak belajar terus, juga bekerja terus, kendati pun hasilnya dapat membahagiakan dan meningkatkan prestasi dan reputasi kita.

Namun jika kita bisa membuat keseimbangan antara belajar dan hidup, juga bekerja dan hidup, yang kita isi dengan liburan, maka hasilnya dan prestasinya insya Allah akan lebih baik lagi. Demikian pula kita harus pandai memanaj liburan, sehingga hasilnya benar-benar produktif, sebaliknya kita bisa terhindar dari kerugian yang tidak perlu. Semoga.

*Prof Dr Rochmat Wahab, Guru Besar dan mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close