Penjualan Mobil Anjlok 48 Persen Tahun Lalu, Bagaimana Prospek Saham Otomotif 2021?

Penjualan Mobil Anjlok 48 Persen Tahun Lalu, Bagaimana Prospek Saham Otomotif 2021?
IIMS

JAKARTA, SENAYANPOST.com -  Analis melihat prospek sektor otomotif pada tahun ini akan lebih baik ketimbang pencapaian tahun 2020.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara nasional dari pabrikan ke diler (wholesales) di pasar domestik mencapai angka 532.027 unit, sementara penjualan dari diler ke konsumennya (penjualan ritel) mencapai 578.327 unit.

Jika dibandingkan dengan realisasi wholesales 2019 yang mencapai 1.030.126 unit, realisasi wholesales di tahun 2020 turun 48,35%, sementara penjualan ritel nasional di tahun 2020 turun 44,55% dari realisasi 2019 yang sebesar 1.043.017 unit.

“Prospek tahun ini boleh kita katakan 60% positif untuk industri otomotif untuk mengalami kebangkitan. Selain memang vaksin yang sudah diberikan kemarin, tentu harapannya adalah bahwa pemulihan perekonomian dapat segera terjadi,” kata Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Minggu (17/1/2021).

Meski demikian, Nico bilang peningkatan jumlah kasus positif corona bisa menjadi sentimen negatif untuk sektor ini. “Namun masalahnya adalah, tatkala vaksin mulai diberikan, justru wabah virus corona mengalami peningkatan. Oleh sebab itu implikasi efek positif vaksinasi menjadi berkurang,” tambah Nico.

Menurut Nico, secepatnya distribusi dan vaksinasi diberikan, secepat itu pula pemulihan industri ini akan mulai terjadi. Akan tetapi hal yang diperhatikan adalah rasa aman terlebih dahulu bahwa vaksinasi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mulai beraktivitas sehingga adanya peningkatan konsumsi yang akan mendorong kenaikan daya beli.

Makanya, sambung Nico, membaik atau memburuknya kinerja dari emiten otomotif semua kembali lagi terkait dengan proses pemberian vaksin dan pengendalian wabah virus corona. Tidak hanya itu saja, faktor kunci yang kedua adalah, strategi dan marketing akan menjadi poin penting guna mendorong masyarakat mulai membeli mobil.

Nico bilang, pemberian diskon dan hadiah biasanya dapat mendorong peningkatan penjualan mobil. “Dan kunci yang terakhir adalah sejauh mana emiten mampu melakukan diversifikasi bisnis dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang terjadi sehingga dapat menopang laporan keuangan emiten,” kata Nico.

Sejauh ini, dia menilai saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) masih menjadi pilihan utama dari sektor otomotif. Nico menilai saham AUTO terbilang menarik seiring dengan strategi yang dilakukan. 

AUTO tengah mengembangkan alat-alat kesehatan dengan memberikan beberapa inovasi dan improvisasi terkait dengan penanganan covid-19. “Kita ambil contoh seperti Grin Smile, Face Shield, Grin Adore, dan berbagai macam produk lainnya. Tentu ini menjadi sebuah kesempatan baik bahwa AUTO memulai proses tersebut lebih awal dan dukungan dari Holding tentu akan menjadi sebuah pemanis,” papar Nico.

Secara prospek, ia menambahkan kedua emiten ini akan menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang. Nico merekomendasikan pelaku pasar untuk bisa beli saham AUTO dan ASII.