Otomotif

Penjualan Ambulans Diprediksi Meningkat Selama Pandemi Corona

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Penjualan mobil dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan signifikan dibandingkan sebelum masa pandemi. Meski begitu, beberapa segmen diklaim masih bisa bertahan, bahkan mengalami peningkatan.

Salah satunya segmen khusus, mobil ambulans yang berpotensi mengalami peningkatan. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah membuat banyak pihak menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Denny Perdana, Area Sales Manager PT Sokonindo Automobile, mengatakan, konsumen mobil ambulans paling banyak saat ini adalah instansi pemerintah maupun swasta.

“Kalau kita lihat di data LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), tahun kemarin datanya sekitar 3.000-an unit setahun,” ujar Denny, dalam diskusi virtual (2/7/2020).

Denny memprediksi, dengan situasi dunia yang masih dirundung wabah virus corona, peluang penjualan ambulans ke depannya masih sangat terbuka.

“Kalau kita lihat proyeksi pertumbuhan ambulans akan meningkat, hampir semua instansi mewajibkan punya ambulans,” katanya.

“Jadi kalau sebelumnya 3.000 unit setahun, itu pun dari pemerintah saja, ke depan kami yakin bisa lebih banyak. Mungkin bisa meningkat 15-20 persen pada tahun-tahun berikutnya,” ucap Denny.

Sementara itu, Arviane D. Bahar, PR & Digital Manager PT Sokondindo Automobile, mengatakan, pihaknya melakukan terobosan dengan meluncurkan DFSK Super Cab ambulans. Peluncuran produk ini salah satunya dilakukan perusahaan dalam membaca peluang kondisi pasar di Indonesia.

Menurutnya, mobil ini sudah dikembangkan dan ditampilkan dalam pameran otomotif sejak 2018. Kini bertepatan dengan pandemi virus corona, Super Cab ambulans yang dibangun dari basis pikap mulai dipasarkan.

“Dalam pembangunan Super Cab ambulans kami kerja sama dengan karoseri yang sudah kompeten di bidangnya. Segala equipment bakal diakomodir karoseri yang telah mendapatkan standar dari Kementerian Kesehatan,” kata Arviane.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close