Internasional

Penjual Kepergok Bikin Teh dan Kopi di Toilet Kereta

SECUNDERABAD, SENAYANPOST.com – Jorok dan menjijikkan dilakukan oleh para penjual minuman di India ini. Dalam sebuah rekaman video terungkap aksi sejumlah penjual yang diduga membuat minumannya di dalam toilet kereta api.

Video memperlihatkan tampak setidaknya tiga orang penjual minuman keliling keluar dari dalam toilet salah satu gerbong kereta sambil membawa termos minuman. Mereka adalah para penjual minuman teh dan kopi yang biasa berjualan di stasiun.

Melansir dari India Times, insiden tersebut terjadi pada Desember 2017 lalu di atas gerbong kereta Hyderabad Charminar Express yang tengah berhenti di stasiun kereta Secunderabad.

Perusahaan Kereta Api India menyampaikan dalam pernyataannya, insiden tersebut telah diselidiki secara detail dan penjual teh yang terekam dalam video telah dijatuhi sanksi denda.

Penjual tersebut berdalih hanya memindahkan susu dari dalam kaleng ke dalam termos. Mereka melakukannya di dalam toilet kereta karena tidak ingin melakukannya di ruangan terbuka.

“Walaupun demikian, fakta bahwa termos teh atau kopi itu dibawa keluar dari dalam toilet sudah merupakan praktik yang salah,” tulis pernyataan perusahaan kereta api.

Selain melakukan kesalahan dalam praktik pembuatan minuman, diketahui kemudian hanya satu dari tiga pedagang yang terekam video yang memiliki izin berjualan.

“Sanksi denda sebesar 1 lakh (100.000 rupee atau sekitar Rp 20 juta) telah dijatuhkan kepada penjual yang berlisensi,” kata pejabat kereta api senior, M Umashankar Kumar.

Terungkapnya praktik penjual minuman tersebut menambah panjang kasus keamanan makanan di India yang dianggap memprihatinkan.

Sebelumnya di Kalkota, otoritas kepolisian setempat telah menyita hingga 20 ton daging busuk dari tempat pembuangan yang dijual ke restoran.

Delapan orang telah ditangkap terkait kasus tersebut. Namun bisnis restoran dan kafe di Kolkata terlanjut terguncang akibat skandal itu.

“Isu daging busuk itu telah menyebabkan penjualan daging untuk restoran menurun hingga 50 persen,” kata Taher Ali dari anggota Asosiasi Pedagang Daging.

Asosiasi Hotel dan Restoran India Timur mengimbau kepada anggotanya untuk hanya membeli daging dari pemasok terdaftar.

Menurut data pemerintah, keracunan makanan menjadi salah satu kasus masalah kesehatan yang paling sering terjadi di India, dengan angka kasus sebanyak 242 dari 1.469 laporan wabah penyakit serius yang dilaporkan tahun lalu. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close