Hukum

Penjelasan Pengacara soal Pemberkatan Nikah Terdakwa Richard Muljadi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pengacara Richard Muljadi, Baso Fakhruddin, memastikan kliennya mendapat izin pemberkatan nikah di Gereja Katedral, Jakarta. Tak ada pesta. Richard Muljadi, yang berstatus terdakwa kasus narkoba, hanya sebentar di Katedral lalu kembali ke RSKO.

“Intinya, kemarin hanya acara gereja doang tidak mengundang pihak-pihak apa, tidak ada pesta. Kalau ada berita resepsi pernikahan, itu sudah hoaks. Kalau pernikahan pada saat proses hukum sudah selesai baru menikah resmi,” kata Baso Fakhruddin saat dimintai konfirmasi, Sabtu (2/2/2019).

BACA JUGA: Foto Pernikahan Terdakwa Richard Muljadi Beredar, Kajari Jaksel Kaget

Rencana pemberkatan Richard Muljadi dan pasangannya Shalvynne Chang menurut pengacara sebenarnya terjadwal pada September 2018. Namun tertunda, karena Richard Muljadi ditangkap polisi karena diduga mengonsumsi narkotika.

Padahal Richard Muljadi, lanjut pengacara, sudah menjalani tahap pra nikah yang disebut Kanonik.

“Sebelum kejadian peristiwa hukum Richard, Richard kan sudah konseling, sudah Kanonik, sudah beberapa kali. Sebenarnya waktu itu Richard sudah nunggu pemberkatan, kalau pernikahan nanti resmi sahnya pada saat di catatan sipil,” imbuh pengacara.

Keluarga kemudian mendapat pemberitahuan dari Gereja Katedral soal batas waktu pemberkatan. Akhirnya keluarga, menurut pengacara mengajukan izin ke RSKO, tempat Richard Muljadi menjalani rehabilitasi pada pertengahan Januari 2019.

“Karena kejadian hukum Richard tertunda, tapi pihak Katerdral mengejar jadwal pemberkatannya. Akhirnya kemarin dilakukan pemberkatan cuma sebentar, keluarga doang pemberkatan kemudian kembali ke tempat rehab. Jadi nggak ada pesta pernikahan,” terang Baso Fakhruddin.

Saat pemberkatan nikah di Katedral pada Jumat (1/2/2019) kemarin, pihak RSKO mendampingi Richard Muljadi. Setelah pemberkatan selesai, Richard Muljadi kembali dibawa ke RSKO Cibubur.

“Ini hanya pemberkatan di gereja, cuma didoain saja sama Romonya, sama keluarga, sama umat gereja di Katedral,” ujar Baso Fakhruddin.

Soal izin ini, pihak Kejari Jaksel mengaku tak tahu menahu. Sedangkan Humas PN Jaksel belum dapat dimintai konfirmasi mengenai izin keluar tahanan.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close