Pengungsi Merapi di Glagaharjo Kembali ke Rumah

Pengungsi Merapi di Glagaharjo Kembali ke Rumah
Ratusan pengungsi kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. (Senayanpost/Atan S)

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com - Setelah menempati barak pengungsian di Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, selama 81 hari, ratusan pengungsi Kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Sekda Kab. Sleman Harda Kiswaya, Selasa mengatakan pemulangan para pengungsi ini kerena adanya perubahan arah potensi bahaya Merapi yang dari semula kea rah timur bergeser ke arah barat daya.

Selain itu, ujarnya, radius potensi ancaman itu maksimal 3 kilometer, sedangkan warga di Kalitengah Lor ini berada pada jarak lebih dari 5 kilometer.

Harda mengemukakan, mereka yang dipulangkan itu kesemuanya warga Kalitengah Lor Kalurahan Glagaharjo.

“Karena semula yang terkena ancaman langsung dan harus diungsikan adalah mereka yang tinggal di Kalitengah Lor,” katanya.

Menurut Harda, meski mereka diizinkan Kembali ke tempat tinggalnya namun mereka tetap harus waspada.
Sedangkan dengan potensi ancaman ke arah barat, ujarnya, berarti mengarah ke wilayah Kapanewon Turi.

“Hanya saja, warga Turi yang tertinggi ada di area lebih dari 6 kilometer dari puncak,” katanya.
Karena itu mereka juga belum diperintahkan untuk mengungsi. “Namun kami siap sepenuhnya,” katanya. 

Izin kembali ke tempat tinggalnya ini disambut gembira. Salah satu warga, Ngatijo mengatakan, meski tercukupi, namun sebenarnya tidak betah tinggal di barak.

“Apapun alasannya tetap nyaman kalua di rumah sendiri,” katanya.

Karena itu pemulangan ini disyukuri dan diterima dengan baik.