Pengemudi dan Kernet Tewas, Kasus Kecelakaan Speedboat di Sungai Musi Dihentikan

Pengemudi dan Kernet Tewas, Kasus Kecelakaan Speedboat di Sungai Musi Dihentikan

PALEMBANG, SENAYANPOST.com – Kasus kecelakaan tunggal speedboat ‘Awet Muda’ yang menyebabkan 7 orang tewas kemarin tak bisa dilanjutkan alias SP3. Hanya saja, kepolisian akan mengoptimalkan razia terkait ketersediaan keselamatan bagi transportasi air.

Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda Sumsel, AKBP Munaspin, mengungkapkan, penghentian kasus itu lantaran pengemudi (serang) dan kernet kapal juga tewas sehingga tidak ada yang bisa dijerat hukum.

“Masih diselidiki, tapi karena pengemudi dan kernetnya meninggal jadi nanti dikeluarkan SP3 atau dihentikan kasusnya,” ungkap Munaspin, Selasa (19/3/2019).

Dikatakannya, puing-puing kapal telah dievakuasi ke Mako Polair Polda Sumsel sebagai barang bukti. Kondisinya hancur berkeping-keping lantaran kencangnya tabrakan.

“Hancur semua, kemungkinan kecepatan kapal saat kejadian 25 Knot,” ujarnya.

Sama dengan keterangan sebelumnya, Munaspin menyebut saat menabrak pohon di pinggir sungai, kapal itu dikendalikan oleh kernetnya karena pengemudi tidur di sampingnya. Diduga, kernet mengantuk sehingga tidak mengetahui kapal dengan cepat mendadak berbelok ke kanan lalu menghantam pohon.

“Saksi melihat yang bawa kapal itu mengantuk. Tapi dia sudah mahir mengendalikan kapal meski statusnya kernet,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Wilayah Sumsel, John Veredy Panjaitan, mengatakan pihaknya telah memberikan santunan kepada keluarga korban tewas masing-masing Rp 50 juta. Sementara bantuan bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit masih menunggu total biaya dikeluarkan.

“Korban meninggal maupun terluka mendapatkan santunan. Total santunan yang sudah kita keluarkan untuk kejadian kemarin berjumlah Rp 350 juta bagi tujuh ahli waris korban,” tegas dia.