Politik

Pengamat: Ma’ruf Amin Makin Dibicarakan di Medsos saat Debat Ketiga

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pengamat politik dari Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, menyebut nama Ma’ruf Amin makin dibicarakan warganet dan mendapat lonjakan perhatian saat debat ketiga antar cawapres jelang Pilpres 2019.

Ia menyatakan malam ini pembicaraan netizen terhadap Ma’ruf Amin dibanding Sandiaga Uno lebih baik dari sebelumnya. Sebab, netizen cukup terkejut dengan penampilan Ma’ruf yang menurutnya lebih tampak percaya diri dan tenang.

“Naik jadi 41,5 persen lawan 58 persen dari sebelumnya hanya 30 persen banding 70 persen,” jelas Tika dalam keterangan teks kepada senayanpost.com, Minggu (17/3/2019) malam usai debat cawapres.

Menurut Tika, ucapan 10 Years Challange yang sempat dilontarkan berulang kali oleh Ma’ruf Amin membangkitkan sentimen positif di kalangan warganet.

“Sentimen trust tampak membesar selama dua jam debat, terutama ketika ia mulai menyebut 10 years challange,” tuturnya lagi.

Sementara untuk Sandiaga, pengaruh sentimen positif juga lebih besar dari emosi lainnya seperti terpantau dari sistem Intellegence Perception Analysis (IPA).

Sentimen trust dan anticipation Sandiaga menurut Rustika membesar di menit-menit pertengahan menuju akhir debat. Inilah momen ketika Sandi mulai melontarkan isu mengenai Ibu Lis dan BPJS. Namun, akibat isu itu pula sentimen negatif yang mempertanyakan soal keaslian Ibu Lis yang disebutkan Sandi sedikit membesar.

Pada awal-awal debat, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’aruf Amin yang berulang kali mengucapkan slogan 10 years challange dalam pidatonya.

Sementara Sandi mengungkap soal BPJS Kesehatan dan mengambil contoh kasus dari Ibu Lis dari Sragen yang tidak bisa mengobati penyakitnya karena tidak dibayarkan oleh BPJS.

Debat Cawapres digelar Minggu (17/3/2019) di Hotel Sultan, Jakarta. Debat akan mempertemukan kedua cawapres dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close