Internasional

Pengadilan di India: Wanita Dituding Zina, Dicambuk Suami 100 Kali

NEW DELHI., SENAYANPOST.com  — Insiden menyedihkan terjadi di India, terkait seorang wanita yang dituduh berzina diadili dengan cara dipermalukan dan dicambuk 100 kali dengan ikat pinggang oleh suaminya sendiri. Peristiwa itu terjadi di wilayah Uttar Pradesh..

Seorang wanita di India diikat ke pohon dan dicambuk 100 kali oleh suaminya dengan ikat pinggang setelah dituduh berzina. Wanita tersebut juga dilecehkan secara seksual oleh massa.

Lusinan pria yang melihat tindakan yang oleh media setempat dinamai sebagai “pengadilan kanguru” itu tidak berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

Kejadian ini berlangsung di Bulandshahr, Uttar Pradesh, dekat Delhi di India. Wanita yang identitasnya belum diketahui itu dicambuk hingga pingsan.

Beberapa orang merekam insiden itu melalui ponsel. Salah satu video berdurasi 73 detik menunjukkan tangan wanita yang mengenakan jubah tersebut diikat ke cabang pohon dengan posisi seperti menggantung. Korban kemudian dicambuk dengan ikat pinggang yang terbut dari kulit oleh suaminya.

Dengan putus asa, wanita itu terdengar menjerit kesakitan setiap kali menerima cambukan.

Menurut laporan media setempat, korban dilecehkan secara seksual oleh kerumunan massa saat kondisinya tak sadarkan diri. Sebagian orang juga mencaci-maki korban.

“Pengadilan kanguru” itu dijalankan oleh seorang pemimpin desa setempat yang menyatakan dia bersalah atas tuduhan berzina.

Polisi mengatakan tiga orang yang terlibat dalam penghukuman itu, termasuk suami dan putanya, telah ditangkap.

Polisi juga memeriksa sekitar 30 orang lainnya yang telah menyaksikan penghukuman tersebut. “Kami mengetahui tentang insiden itu kemarin,” kata polisi setempat dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Daily Mirror, Sabtu (24/3/2018).

“Kami memanggil wanita itu, berbicara kepadanya dan mendaftarkan sebuah kasus. Kami telah menangkap suami, panchayat pradhan (kepala desa) dan putranya. Kami telah mengajukan tuntutan terhadap 20 hingga 25 orang yang tidak dikenal,” lanjut polisi. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close