Internasional

Pengadilan Batalkan Pernikahan karena Tak Berhubungan Seks 9 Tahun

KOLHAPUR, SENAYANPOST.com – Hubungan seks dalam rumah tangga adalah sesuatu yang penting. Nah, apa jadinya jika selama 9 tahun, suami-istri tak melakukan hubungan seks. Masalah inilah yang menjadi alasan Pengadilan Tinggi Bombay, India membatalkan pernikahan.

India Times melaporkan Senin (30/4), pembatalan pernikahan itu dilayangkan seorang perempuan. Awalnya pasangan dari Kolhapur yang tidak disebutkan identitasnya itu telah bertikai sejak hari pertama pernikahan di 2009.

Sebabnya, si perempuan mengklaim merasa ditipu karena saat itu, dia hanya disodorkan sebuah kertas kosong untuk ditandatangani.

Setelah mengetahui kalau dia meneken dokumen pernikahan, perempuan itu melayangkan permintaan pembatalan pernikahan dengan alasan telah ditipu.

Pengadilan pertama mengabulkan gugatannya. Namun, putusan tersebut lalu dianulir oleh pengadilan banding. Alasannya, sebagai seorang yang berpendidikan, seharusya perempuan itu tidak gampang tertipu oleh permintaan si pria.

Kasus tersebut bergulir ke tingkat pengadilan tinggi. Di sini, Hakim Mridula Bhatkar mengabulkan permintaan pembatalan perempuan itu. Namun, Bhatkar menjelaskan, keputusan membatalkan pernikahan itu bukan karena ditemukan adanya unsur penipuan. Melainkan pasangan tersebut tidak berhubungan seks yang menjadi obyek terpenting dari sebuah pernikahan.

“Sebuah aktivitas seksual sekecil apapun bisa dikategorikan pemenuhan tujuan pernikahan. Namun, untuk pasangan ini nyatanya tidak,” kata Bhatkar.

Dia menambahkan, si pria sempat kukuh bahwa mereka berdua telah melakukan hubungan suami istri. Bahkan, si pria mengklaim bahwa perempuan tersebut hamil. Namun, dari pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda dia mengandung.
Bhatkar mengatakan, sikap pasangan itu yang saling menyalahkan bakal membahayakan mereka sendiri di masa depan.

“Karena itu, saya berpatokan kepada tidak tercapainya pemenuhan pernikahan melalui aktivitas seksual sebagai landasan keputusan,” papar Bhatkar. (WW)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close