Pengacara Sebut Winda Tak Tahu Ada Aliran Dana ke Prudential di Kasus Maybank

Pengacara Sebut Winda Tak Tahu Ada Aliran Dana ke Prudential di Kasus Maybank
Winda Lunardi alias Winda Earl (foto Instagram)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Aliran dana dari rekening pribadi untuk pembelian polis asuransi PT Prudential Life Assurance dipastikan tidak diketahui Winda Lunardi.

Hal ini disampaikan Kuasa hukum Winda Lunardi, Joey Pattinasarany merespons pernyataan kuasa hukum PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) Hotman Paris Hutapea yang menyebut adanya kejanggalan perihal transaksi dari rekening tersebut ke Prudential senilai Rp 6 miliar berdasarkan penelurusuran dari mutasi rekening.

Menurut Joey, pembelian polis tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan kliennya. Sebab, Winda hanya membuka tabungan di Maybank Cipulir tanpa buku tabungan dan ATM, ia hanya menerima laporan rekening koran saja.

"Untuk segala aktivitas tersangka oknum bank, saya tegaskan bahwa klien saya tidak pernah mengetahui," kata Joey, saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (10/11/2020).

Joey melanjutkan, kliennya baru menyadari ternyata semua rekening koran selama ini yang terdapat jumlah saldonya adalah palsu.

"Karena setelah menerima bukti laporan mutasi dari bank yang asli baru terlihat jumlah uangnya sisa Rp 16 juta dan Rp 600 ribu," ungkapnya lagi.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Senin kemarin, Hotman Paris membeberkan beberapa temuan kejanggalan, di antaranya aliran dana dari rekening Winda sebesar Rp 6 miliar untuk pembukaan polis asuransi di PT Prudential Life Assurance. Lantas sebulan setelahnya, ada transaksi dari rekening tersebut senilai Rp 4 miliar yang ditujukan kepada ayah Winda, Herman Lunardi.

"Bagaimana bisa keluar uang Rp 6 miliar dari si A pimpinan cabang, tapi kembali Rp 4 M ke rekening ayahnya Winda, itu pertanyaan lagi. Kalau uang muter gitu ada apa?" imbuh Hotman Paris.

Diketahui, Winda membuka rekening tabungan pada 2014 lalu dengan setoran awal sebesar Rp 2 miliar dari ayahnya. Kemudian, saldo di tabungannya terus bertambah hingga Rp 17 miliar.

"Nasabah membuka rekening bank tapi kartu ATM dan rekening tidak diambil sampai hari ini," kata Hotman Paris.

Head of National Anti Fraud Maybank, Andiko juga menyebut, nasabah sudah mengetahui hal tersebut. "Nasabah tidak pernah komplain mengenai hal tersebut," ucapnya. (ws)