Konsultasi Hukum

Penerapan Pasal Berlapis Dalam Undang-undang ITE

Pertanyaan

Saat ini sedang digencar gencarnya seorang youtuber dengan Motif iseng dengan buat konten candaan, untuk menaikan Subscribers Konten yang di buat seorang Youtuber adalah Prank Sembako Sampah dan pelaku di jerat hukuman pasal berlapis, pertanyaan saya adalah pasal berapa yang yang akan diterapkan untuk menjerat si pelaku dan apa yang dimaksud dengan pasal berlapis?

Merisa Anggraini/ Sukarame

Jawaban:

Terimaksih atas pertanyaan ibu Merisa Anggraini bahwa saat ini memang publik sedang di kagetkan aksi seorang youtuber melakukan pemberian sembako yang berisi sampah kepada para Transpuan dan setelah viral di media aparat kepolisian sigap memproses masalah tersebut dan para pelaku sudah di lakukan proses hukum dan ditahan.

Sebelum mengurai lebih jauh, apa yang dimaskud dengan pasal berlapis, pasal berlapis adalah Tindak pidana yang diatur dalam Pasal 65 KUHP adalah mengenai pengakumulasian/penggabungan tindak pidana yang dikenal dengan nama Concursus Realis. Gabungan tindak pidana ini diartikan sebagai beberapa tindak pidana yang dilakukan dalam waktu yang berbeda dan dilakukan oleh hanya satu orang. Concursus bisa dianggap sebagai kebalikan dari penyertaan tindak pidana, yaitu keadaan ketika satu tindak pidana dilakukan oleh beberapa orang.

Selengkapnya, Pasal 65 KUHP berbunyi sebagai berikut:

1. Dalam hal perbarengan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, yang diancam dengan pidana pokok yang sejenis, maka dijatuhkan hanya satu pidana.

2. Maksimum pidana yang dijatuhkan ialah jumlah maksimum pidana yang diancam terhadap perbuatan itu, tetapi boleh lebih dari maksimum pidana yang terberat ditambah sepertiga.

Singkatnya, Pasal 65 KUHP mengatur mengenai gabungan beberapa tindak pidana dalam beberapa perbuatan yang berdiri sendiri. Pasal ini tidak mengindikasikan apakah perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang sejenis atau perbuatan yang berbeda, hanya menyatakan bahwa perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan diancam dengan pidana pokok yang sejenis.

Dalam perbuatan yang dilakukan oleh Youtuber, untuk menjerat pelaku penyidik dapat menggunakan beberapa pasal dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) diantaranya pasal 45 ayat (3), pasal 36 dan pasal 51 ayat (2).

Untuk mudah dipahami kami kutip Pasal 45 ayat 3 “setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”.

Lalu sebagai pasal tambahan yang digunakan Pasal 36 menyatakan “setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain” dan pasal 51 ayat 2 menyatakan setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Apabila sampai dengan proses pengadilan kemudian penerapan penggabungan tindak pidana / berlapis terbukti telah melakukan beberapa tindak pidana maka dari berberapa ancaman pidana diambil dari ancaman yang tertinggi (terberat) lalu ditambah ditambah sepertiga.

Demikian jawaban dari saya semoga bermanfaat
ARIYAN DOVIE, S.H. / LKBH Intan Bandarlampung
Advokat/ Konsultan Hukum

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close