Nasional

Penembakan di Papua, Pura-pura Mati untuk Bertahan Hidup

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menceritakan kesaksian korban selamat dari penyanderaan dan penembakan membabi buta yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

“Enam orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah, 2 orang di antaranya belum ditemukan, sedangkan 4 orang selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” kata Muhammad Aidi menceritakan kesaksian korban dalam keterangan resmi yang dihimpun, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, salah seorang sandera selamat adalah yang berinisial JA. Ia mengungkapkan kisahnya agar bisa selamat.

Pada Minggu (2/12/2018) seluruh pekerja dibawa oleh KKB menuju bukit Puncak Kabo, di tengah jalan, sebagian pekerja ditembaki secara membabi buta oleh KKB dan ditinggal pergi melanjutkan perjalan ke bukit Puncak Kabo.

Sebagian pekerja langsung tewas di tempat, dan 11 orang di antaranya terkapar di tanah berpura-pura mati dan setelahnya berusaha bangkit melarikan diri. Nahas, 5 orang yang pura-pura mati bernasib malang, mereka terlihat oleh KKB yang langsung mengejar dan langsung mengeksekusi mereka.

Aidi menambahkan, menurut keterangan JA, jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKB di lereng bukit Puncak Kabo adalah 19 orang. Sementara itu, pada Selasa (4/12/2018), pukul 07.00 WIT, satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban setelah sebelumnya melakukan baku tembak dengan KKB yang harus membuat salah satu petugas gugur.

“Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah pos, sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet atas nama Serda Handoko membuka jendela sehingga tertembak dan gugur,” tutur Aidi. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close