Internasional

Penembakan di Masjid Selandia Baru: Dunia Marah & Sedih

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Para pemimpin dan organisasi di seluruh dunia mengekspresikan rasa muak dan kesedihan atas pembunuhan 49 orang dalam penembakan di dua masjid Selandia Baru pada Jumat 15 Maret 2019.

Para pemimpin Negara Barat, mulai dari Donald Trump hingga Angela Merkel mengungkapkan solidaritas kepada warga Selandia Baru. Mereka menyesalkan apa yang Gedung Putih sebut sebagai “tindakan kebencian yang kejam”.

Tanggapan dari beberapa negara Muslim lebih jauh, menyalahkan para politisi dan media karena memicu kebencian itu. Kebangsaan dari para korban yaitu termasuk India, Pakistan, Malaysia, Indonesia, Mesir, Bangladesh, Saudi, Somalia dan Turki, kata pihak berwenang.

Polisi Selandia Baru mengatakan, 49 orang tewas dan 42 lainnya dirawat karena luka-luka, termasuk seorang anak berusia empat tahun. Tiga orang ditahan termasuk seorang pria yang didakwa melakukan pembunuhan, kata polisi.

“Saya menyalahkan serangan teror yang meningkat pada Islamophobia saat ini pasca 11/9 (di mana) 1,3 miliar Muslim secara sepihak disalahkan atas tindakan teror apa pun,” tulis Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di media sosial, dilansir dari Reuters, Sabtu (16/03/2019).

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan serangan itu adalah hasil dari Muslim yang dibenci.

“Tidak hanya para pelakunya, tetapi juga politisi & media yang menyulut Islamophobia dan kebencian yang meningkat di Barat sama-sama bertanggung jawab atas serangan keji ini,” menurut tweetnya.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menegaskan kembali urgensi untuk bekerja sama secara lebih baik secara global untuk melawan Islamophobia dan menghilangkan intoleransi dan ekstremisme kekerasan dalam segala bentuknya.

Ratusan pengunjuk rasa di ibukota Bangladesh, Dhaka, meneriakkan “Allahuakbar!” (Tuhan Maha Besar) setelah salat Jumat.

“Kami tidak akan membiarkan darah umat Islam sia-sia,” kata seorang pemrotes.

Anggota tim kriket nasional Bangladesh, di Christchurch yang datang untuk pertandingan melawan Selandia Baru, tiba untuk salat Jumat ketika penembakan dimulai tetapi tidak terluka.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, beberapa korban mungkin adalah imigran baru atau pengungsi.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close