Politik

Peneliti LIPI Nilai Pidato Prabowo Tak Rasional

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pidato politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia bakal bubar pada 2030, dinilai tidak rasional dan tak memiliki dasar sumber ilmiah yang sahih lantaran bersumber pada novel fiksi.

Peneliti Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menyatakan, pidato itu cuma ungkapan sinis yang tak memberi pembelajaran bagi masyarakat.

“Ini hanya sekedar asumsi yang tidak didasarkan pada fakta, tidak konstruktif, emosional, dan konspiratif, serta tidak mengajak pola pikir masyarakat rasional,” kata Wasisto, Kamis (22/3).

Buktinya, Prabowo dan para kader Partai Gerindra tak mampu menunjukkan sumber penelitian ilmiah yang menjadi rujukan pidatonya.

Jika memang benar, Prabowo setidaknya mencantumkan lembaga dan waktu penelitian itu saat pidatonya. Misalnya, hasil penelitian lembaga pemikir (think tank) tertentu.

“Diragukan validitas datanya dan akuntabilitasnya,” sebutnya.

Penelitian ilmiah, lanjutnya, seharusnya memiliki indikator-indikator ukuran yang ketat yang jadi dasar kesimpulan, misalnya, penyebab Indonesia bubar pada 2030. Nyatanya, hal itu tidak terungkap sejauh ini.

“Hanya mencari sensasi, dan hanya ingin meraih perhatian serta simpati,” katanya.

Dalam video yang diunggah melalui akun Facbook Partai Gerindra, 19 Maret 2018, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 akibat ketimpangan pembagian kekayaan dan tanah. Ia mengaku mendasarkan itu dari kajian negara lain.

Sebelumnya, dalam kanal Gerindera TV di YouTube yang diunggah pada 19 September 2017, Prabowo menyebut pula soal bubarnya Indonesia pada 2030 sembari menenteng buku ‘Ghost Fleet’ karya Peter Warren Singer dan August Cole.

“Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu. Mereka ramalkan tahun 2030, Republik Indonesia sudah tidak ada lagi,” ujarnya, di depan mahasiswa-mahasiwa Universitas Indonesia.

Pada video itu, tampak tulisan acara Bedah Buku bertajuk “Nasionalisme Sosialisme Pragmatisme: Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo”, Senin, 18 September 2017, Auditorium FIB UI Depok, pada backdrop panggung. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close