Politik

Pencoblosan di Hong Kong Amburadul, PKPI Dirugikan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pelaksaan pemilu di Hong Kong berjalan kacau dan amburadul. Pencoblosan tidak berjalan semestinya lantaran ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Hong Kong gagal menyalurkan hak suaranya.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebagai salah satu peserta pemilu mengaku dirugikan dengan kacaunya pencoblosan di Hong Kong tersebut. Sebab, Hong Kong merupakan salah satu basis PKPI.

“Bahkan kami melihat langsung ke Hong Kong, betapa antusiasnya warga ingin memilih PKPI dan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Dengan kondisi ini, kami dari PKPI sangat dirugikan,” ujar Sekjen PKPI Very Hendrawan di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Sebelumnya Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Luar Negeri Hong Kong, Michael Cheng mengatakan, pemilu di Hong Kong berjalan amburadul atau berantakan lantaran lemahnya sistem pelaksanaan pemilu.

“Dari 180 ribu lebih pemilih dipastikan tidak semuanya bisa menggunakan hak pilihnya,” kata Michael Cheng, Senin (15/4/2019).

Pemungutan suara di Hong Kong dilakukan di Queen Elizabeth Stadium (Wan Chai) dan District Kai Fong Association Hall (Tsim Sha Tsui).

Antusiasme pekerja migran Indonesia terlihat dari antrian yang mengular di lokasi pemungutan suara.

Namun banyak yang gagal menyalurkan hak suaranya lantaran tempat pemungutan suara sudah ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat.

Tepat pukul 19.00, tempat pemungutan suara pun langsung ditutup. Padahal masih ada ratusan WNI yang antri di luar TPS.

Ratusan WNI lantas berdebat dengan petugas. Akhirnya mereka menorobos masuk ke dalam TPS.

Meski sudah masuk, mereka tetap tak dilayani untuk mencoblos. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) setempat menyatakan pemungutan suara hanya sampai pukul 19.00.

“Kita melayani orang yang sudah masuk,” ucap Panitia Pemilihan Luar Negeri di depan puluhan WNI yang melakukan protes.

“Sekarang kami sudah masuk, kenapa tidak dilayani pak?” kata salah satu WNI.

Petugas TPS berkilah, pintu sudah ditutup sejak tadi, sehingga mereka tidak bisa lagi melayani WNI yang hendak menyalurkan hak suaranya.

Puluhan WNI yang sudah berada di dalam ruangan tetap ngotot untuk memberikan hak suaranya, namun tetap ditolak. Akhirnya, mereka pun terpaksa pulang dengan tangan kosong.

Di TPS lain, seorang TKI Hong Kong mengamuk lantaran tak bisa menyalurkan hak suaranya. Ia protes karena TPS sudah tutup. Padahal, dia dan puluhan TKI Hong Kong lainnya sudah rela antri berjam-jam dalam kondisi hujan.

“Yang antri banyak, ribuan, kehujanan. Itu kursi (di dalam) banyak yang kosong, kenapa tidak disuruh masuk. Kasihan mereka yang kehujanan. TPS juga banyak yang kosong,” teriak TKI Hong Kong di depan petugas.

Sementara itu, salah satu TKI Hong Kong bernama Endang Siswati mengaku tak bisa menyalurkan hak suaranya karena tidak mendapat undangan dari KBRI.

“Tadinya mau ikut mencoblos, tapi nggak dapat undangan. Akhirnya nggak jadi pergi. Percuma saja pergi kalau nggak dilayani,” ucap TKI asal Kendal, Minggu (14/4).

KOMENTAR
Tags
Show More
Close