Konsultasi Hukum

Penarikan Royalti Hak Cipta Lagu

SAYA memiliki usaha Karaoke, selama ini memang selalu membayar royalti yang ditagih oleh YKCI yang memang sebagai lembaga tempat bernaungnya para pencipta lagu.

Tetapi setelah tahun 2014 ada lembaga lain yang melakukan penagihan yang  juga mengatasnamakan para pencipta lagu. YKCI menagih atas dasar Undang-Undang dan begitu juga lembaga yang lain berpegang pada undang-undang.

Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah itu legal?

Angga, Malang

Terima kasih atas pertanyaannya

Berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UUHC), pencipta lagu berhak atas Royalty sebagai kompensasi penghargaan dalam dunia seni, karena hasil ciptaan seseorang berdasarkan Pasal 8 dan Pasal 9 UUHC, seorang pencipta lagu memiliki hak ekslusif untuk mengumumkan, memperbanyak ciptaannya ataupun memberikan ijin atau setiap orang yang melaksanakan hak ekonomi tersebut harus mendapatkan ijin dari pemegang Hak Cipta.

Sebagai pemegang hak cipta dapat saja memberikan ijin kepada pihak lain untuk menggunakan lagu ciptaannya tersebut, pemberian ijin pengguna ciptaanya biasanya disebut sebagai lisensi Pasal 80 – 86 UUHC.

Bersamaan dengan pemberian lisensi tersebut, biasanya diikuti oleh pembayaran royalti kepada  pemegang hak cipta lagu tersebut. Royalti itu sendiri dapat diartikan sebagai kompensasi bagi penggunaan sebuah ciptaan termasuk karya  cipta lagu.

Saudara sebagai yang menggunakan karya cipta lagu milik orang lain untuk mendapatkan ekonomi (komersil) maka berkewajiban untuk meminta izin dari si pemegang hak cipta lagu. Berkaitan dengan penggunaan karya cipta oleh beberapa pengguna baik di karaoke, hotel maupun tempat hiburan, pemegang hak cipta tidak memiliki kemampuan untuk memonitor setiap penggunaan karya ciptanya oleh pihak lain.

Untuk dapat menarik hak ekonomi  para pencipta harus bergabung dalam wadah lembaga yang dapat membantu memperjuangkan hak ekonomi yang dikenal dengan nama LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF (LMK) dengan cara para pencipta memberi kuasa penarikan royalty kepada LMK untuk kemudahan baik bagi si pemegang hak cipta untuk memonitor penggunaan karya ciptanya dan bagi si pemakai, maka si pencipta/pemegang hak cipta.

Dalampraktek di beberapa Negara, pengurusan lisensi atau pengumpulan royalty dilakukan melalui LMK.

Di Indonesia, salah satu LMK adalah Yayasan Karya Cipta Indonesi (YKCI). Institusi ini adalah fasilitator yang sangat penting bagi pencipta maupun pengguna karya cipta/pemakai, karena insititusi ini menjembatani hubungan antara pemegang hakcipta/pemakai menerima pembayaran atas penggunaan karya mereka. Institusi penggunaan karya cipta tersebut kepada pemakai, mengeluarkan lisensi untuk pemakai, mengumpulkan dan mendistribusikan royalty.

Pemakai/pengguna karya cipta adalah stasiun televisi, radio, restoran, café, hotel, pusat perbelanjaan, diskotik, theatre, karaoke dan tempat-tempat lainnya yang memutarkan dan memperdengarkan lagu/musik untuk kepentingan komersial berkewajiban untuk membayar royalty karena lagu/musik di Indonesia melalui KCI.

Royalty yang ditarik KCI akan didistribusikan oleh KCI kepada para pencipta lagu dan pemegang hak yang karyanya telah digunakan. Untuk ikatan (perjanjian penggunaan lagu) pengguna harus memiliki perjanjian lisensi dari KCI ini sehingga pemakai dapat menggunakan jutaan karya cipta musik untuk kepentingan Komersil lalu timbul konsekwensi harus membayar royalty kepada KCI atas dasar lisensi.

Lisensi sesuai dengan sifatnya merupakan suatuperjanjian yang harus disepakati oleh kedua belah pihak tanpa paksaan yaitu suatu perjanjian, di mana saudara selaku pengguna/pemakai karya cipta musik maupun pencipta/pemegang Hak Cipta sedangkan LMK dalam contoh ini KCI sebagai penerima Kuasa dari pencipta yang merupakan pihak untuk melakukan negosiasi dengan pengguna sehingga terikat dalam perjanjian.

Terkait masalah penarikan royalty memang menjadi dilema setelah terbentuknya LMK Nasional di mana seharusnya dalam penarikan harus satu pintu yakni apakah LMK Nasional atau LMK saja, tetapi dalam UUHC semua berwenang melakukan penarikan Royalty sehingga sering terjadibenturan di lapangan yang berakibat merugikan para pencipta.

Untuk penarikan royalty baik yang dilakukan oleh LMK Nasinal maupun LMK (YKCI) semua legal tinggal mau pilih bayar yang dipilih.

Demikian jawaban dari kami. Terima kasih.

Joseph M.E Pauner, SH (Advokat/Konsultan Hukum)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close