Penanganan Pasien Covid, Klaim BPJS Kesehatan Senilai Rp2,28 T Bermasalah

Penanganan Pasien Covid, Klaim BPJS Kesehatan Senilai Rp2,28 T Bermasalah
BPJS Kesehatan. (foto-kompas)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan sebanyak 46.084 klaim pasien covid-19 yang diajukan oleh rumah sakit (RS) mengalami dispute atau ketidaksesuaian dengan Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/446/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan.

Klaim dispute ini setara 49,36 persen dari total klaim pasien covid-19 yang diajukan oleh RS dengan nilai dispute setara dengan Rp2,28 triliun.

"Klaim yang sudah dibayar 46.716 klaim dengan biaya Rp3,25 triliun, yang posisi terus diperbaiki disputenya 46.084 dengan biaya Rp2,2 triliun ini gambaran verifikasi klaim covid-19," ujar Fahmi Idris dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI, Kamis (17/9/2020).

Ia menampik jika BPJS Kesehatan mempersulit RS melakukan klaim pasien covid-19. Ia menyatakan seluruh proses verifikasi klaim tersebut sudah sesuai dengan Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/446/2020.

"BPJS dengan penugasan khusus ini berupaya jaga akuntabilitas jangan sampai apa yang ditagihkan tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Menteri Kesehatan," paparnya.

Dalam proses verifikasi, ia menuturkan BPJS Kesehatan masih menemukan sejumlah klaim masuk dalam 10 kriteria dispute yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Temuan paling sering adalah kriteria dispute 1 yakni berkas klaim yang diajukan RS tidak lengkap dan kriteria dispute 5 yakni peserta jaminan covid-19 tidak sesuai dengan ketentuan. Tercatat, sekitar 14 ribu klaim untuk kriteria dispute tersebut dikembalikan kepada RS.

Namun, Fahmi menuturkan dengan sejumlah relaksasi dan bantuan dari Kementerian Kesehatan maka proses verifikasi ke depan diyakini lebih cepat. (Jo)