Infotainment

Penampilan Perdana Ariana Grande Pasca Bom Manchester

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ariana Grande tampil dalam Pride Festival di kota Manchester, Inggris, pada Minggu waktu setempat. Ini merupakan penampilan perdananya pasca bom di kota itu pada dua tahun lalu.

Sebelum naik panggung, Grande, sempat berbagi kicauan dengan penggemarnya. Dia mengaku memiliki ikatan khusus dengan kota dan masyarakat Manchester.

“Tidak sabar untuk memberikan Anda semua cinta. Kalian adalah hatiku dalam segala hal,” kata Grande, seperti dikutip People.

Penyanyi berusia 26 tahun ini menyanyikan beberapa lagu andalannya seperti 7 Rings, One Last Time, Break Free, Side to Side, Break Up with Your Girlfriend, I’m Bored, Be Alright dan No Tears Left to Cry. Dia menjadi headline di kota Manchester.

Pada 22 Mei 2017, sebuah ledakan terjadi di luar Manchester Arena, Inggris. Insiden tersebut terjadi tepat setelah penyanyi asal Amerika Serikat, Ariana Grande, menyelesaikan konsernya di Manchester Arena.

Peristiwa itu menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 250 lainnya. Kurang dari satu bulan kemudian, Grande menyelenggarakan sebuah konser amal. Hasil penjualan tiket diberikan kepada korban dan keluarga yang terkena dampak serangan itu.

Setelah merilis single No Tears Left to Cry, pada 2018, Grande mengakui bahwa dia masih trauma setelah tragedi yang membingungkan itu. Dia gamang.

“22 Mei 2017 akan membuat saya tak bisa berkata-kata dan penuh dengan pertanyaan selama sisa hidup saya,” katanya dalam sepucuk surat kepada penggemar yang dibagikan pada November.

Lambat-laun, Grande juga menjelaskan, tragedi pengeboman itu sedikit banyak mengubah pandangannya terhadap kehidupan. Peristiwa itu mengajarkan ketahanan dan tidak mudah terjatuh dalam kesedihan begitu saja.

“Orang-orang di Manchester mampu mengubah suatu peristiwa yang terburuk, menjadi peristiwa yang paling indah dari,” tandasnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close