Penalty, Mengundurkan Diri Dalam Kontrak Kerja

07:45
208

PERTANYAAN:
Pengasuh Rubrik Hukum yang kami hormati. Nama saya Hidayat, saya mau bertanya tentang hukum perjanjian kontrak kerja. Saya bekerja di salah satu   perusahaan   swasta   dengan   masa   kontrak   1   tahun,   memutuskan   kontrak   yang   baru berjalan 6 bulan dikarenakan atasan yang suka marah dan ngomong menyinggung perasaandengan   keras   di   depan   banyak   orang.  

Namun   pihak   perusahaan   ini   meminta   ganti   rugi (penalty),   padahal   di   dalam   kontrak   tidak   tertulis   adanya   penalty   dan   saat   tanda   tangan kontrak tidak dijelaskan adanya penalty, dan saya bukan orang pertama yang mengundurkan diri (resign) sebelum kontrak selesai.

Sebelumnya ada beberapa yang baru satu sampai tiga bulan keluar dan kabur tanpa diminta pertanggung   jawabannya   tentang   penalty.  

Tapi   ketika   saya   yang   resign   saya   ditagih pembayaran penalty dan mengancam akan mencari kemana saya bekerja untuk memberikan rekomendasi jelek tentang saya  dan saya merasa terusik hak asasi saya.

Apakah saya bisa dituntut oleh pihak perusahaan jika resign sebelum kontrak kerja selesai dan saya sudah mendapat surat panggilan kedua terkait minta ganti rugi. Terima kasih.

JAWABAN:

Saudara Hidayat Yth.

Kontrak kerja/perjanjian kerja merupakan sebuah akad dimana kedua belah pihak atau lebih mengikatkan   diri   satu   sama   lain   untuk   memenuhi   prestasi   yang   dijanjikan  sepanjang dibuatnya memenuhi syarat-syarat perjanjian, perjanjian yang dibuat antara Saudara dengan Perusahaan merupakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)/kontrak kerja.

Menurut KUHPerdata, perjanjian kerja yang dibuat disamakan undang-undang sehingga harus ditaati kedua belah pihak diatur Pasal 1338 KUH Perdata;

“Semua persetujuan yang dibuat sesuai   dengan   undang-undang   berlaku   sebagai   undang-undang   bagi   mereka   yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah  pihak, atau  karena  alasan-alasan   yang  ditentukan   oleh   undang-undang. Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.”

Jika   salah   satu   pihak   ada   yang   melakukan   wanprestasi   atau   tidak   mau   memenuhi   isi perjanjian   yang   telah   dibuat,   tentu   akan   menimbulkan   kerugian   bagi   pihak   lainnya   dan sewajarnya pihak yang dirugikan tersebut mendapatkan ganti atas kerugian yang dialaminya.

Comments

comments