Hukum

Penahanan Bahar bin Smith Ditambah 40 Hari

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Polda Jawa Barat memperpanjangan masa penahanan tersangka penganiayaan, Bahar bin Smith. Perpanjangan penahanan selama 40 hari dilakukan polisi untuk melengkapi berkas perkara penceramah asal Manado tersebut.

“Masa penahanan sudah diperpanjang,” kata Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto di Bandung, Rabu (16/1), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Perpanjangan masa penahanan dilakukan, sebab saat pelimpahan tahap pertama, jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar menyatakan berkas belum lengkap sehingga dikembalikan ke penyidik. Diketahui, Bahar ditahan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar sejak 18 Desember 2018.

“Sedang dilengkapi, mudah-mudahan minggu depan sudah selesai,” katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan berdasarkan aturan yang tertuang dalam KUHP, penyidik Polri memiliki kewenangan untuk meminta perpanjangan penahanan.

“Kita minta selama 40 hari perpanjangan. Agar maksimal untuk pemberkasan,” katanya.

Bahar dijerat sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja berinisial MHU (17) dan ABJ (18) di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (1/12).

Dalam kasus itu, Bahar dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP dan atau Pasal 80 Undang-Undang Tahun 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dalam kasus yang berbeda, Dittipidum Bareskrim juga menetapkan Bahar sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 4 huruf b angka 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Dugaan pidana itu diduga dilakukan Bahar saat ceramah di peringatan Maulid Nabi di Palembang, Sumatera Selatan pada 8 Januari 2017 silam. Nama Bahar Smith mendadak viral usai dalam ceramahnya di Palembang itu menghina presiden.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close