Internasional

Penabrak Seorang Gadis Tahun 1968, Tewas Ditabrak pada Tahun 2018

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Seorang pria asal Amerika Serikat tewas akibat peristiwa tabrak lari pada Jumat (01/06). Peristiwa yang menimpanya ini sama persis dengan kejadian 50 tahun yang lalu ketika ia menabrak seorang gadis cilik saat mengendarai mobil.

Kejadian bermula saat sebuah mobil melaju masuk ke lapangan bisbol di Sanford. Douglas Parkhurst, 68 tahun, yang berada di sana meninggal dunia saat berupaya mendorong para pemain agar terhindar dari mobil yang melaju kencang.

Namun, media setempat melaporkan, almarhum Parkhurst sejatinya juga telah menabrak seorang gadis cilik hingga tewas pada 1968 silam.

Kembali ke peristiwa tabrak lari di lapangan bisbol pada Jumat lalu, polisi akhirnya menangkap seorang pengemudi perempuan berusia 51 tahun. Namun tampaknya ia tidak memiliki kaitan apa pun dengan masa lalu Parkhust yang kelam.

Polisi berupaya untuk memastikan mengapa tersangka, Carol Sharrow, menyeruduk gerbang lapangan dan mengemudikan mobilnya melintasi lapangan bisbol.

Saat itu ada beberapa pemain di lapangan dan lebih dari 200 penonton duduk di tribun menyaksikan pertandingan.

Seorang saksi, Justin Clifton, mengatakan kepada stasiun televisi WCSH: ” Saat mobil itu menyeruduk gerbang dan melintas ke lapangan bisbol, seorang pria lansia datang untuk menyelamatkan para pemain dan mendorong mereka.

“Ia menghalangi anak-anak agar terhindar dari kendaraan yang melaju, sehingga tak satu pun dari para pemain kami yang terluka.”

Parkhurst, seorang veteran perang Vietnam, ditabrak ketika mencoba menutup gerbang agar mobil itu tetap berada di lapangan.

Sharrow melarikan diri dari lokasi kejadian dan namun kemudian berhasil ditangkap. Polisi mengatakan kepada media setempat, bahwa Sharrow menghadapi tuntutan pembunuhan berencana.

Pihak kepolisian mengatakan, ia pernah ditangkap di dua negara bagian karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol, meskipun belum bisa dipastikan apakah alkohol menjadi faktor penyebab kecelakaan yang terjadi pada hari Jumat.

Nyawa Parkhust tidak bisa diselamatkan, ia meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Peristiwa masa lalu

Ironisnya, sekitar 50 tahun yang lalu, mendiang Parkhust merupakan tersangka utama dalam kasus kematian Carolee Ashby, gadis cilik berusia empat tahun pada malam perayaan Halloween.

Tubuh gadis cilik itu terlempar ke udara sejauh 40 meter, ketika sebuah mobil menabraknya saat ia sedang menyeberang jalan.

Para saksi mengatakan, kecelakaan itu sangat parah, sampai sepatu bot yang dikenakan gadis itu terlempar jauh.

Kala itu, Carolee tengah berjalan kaki bersama kakak perempuannya yang berumur 15 tahun, untuk membeli lilin kue ulang tahun.

Polisi mendapat petunjuk bahwa Parkhurst, yang saat itu berusia 18 tahun, rupanya menabrakkan mobilnya ke tiang pada malam yang sama.

Polisi lantas melakukan interogasi terhadapnya, namun ia membantah telah terlibat dalam insiden tabrak lari itu.

Pada tahun 2013 silam, polisi kembali membuka kasusnya yang sudah dipetieskan dan menanyainya lagi.

Seorang pengacara setempat memberi tahu Parkhurst, bahwa ia tidak bisa dijerat hukuman atas kecelakaan tersebut, karena insiden itu sudah berlangsung terlalu lama.

Parkhurst akhirnya mengakui kejahatannya pada 2013, namun ia tidak bisa dituntut karena sebuah peristiwa hukum punya batasan waktu dan kasus itu telah melampaui batas waktu.

Ia mengungkapkan bahwa ia dan kakaknya minum minuman keras bersama sebelum kecelakaan itu terjadi.

“Saya mendengar bunyi keras,” tulis Parkhurst dalam pernyataannya kepada polisi. “Saya tidak melihat apa yang saya tabrak.

“Saya tidak berhenti. Saya bahkan tak ingat harus menginjak rem.

“Saya tidak ingat apakah saya melihat anak-anak, tetapi saya yakin, saya telah menabrak Ashby kecil.”

Ia mengatakan kakaknya pingsan di kursi belakang mobil pada saat tabrakan.

Lingkaran kehidupan

Dalam tulisan Facebook yang diunggah setelah insiden tabrak lari pada hari Jumat, seperti dikutip Tribunnews.com, klub bisbol Sanford Maine Little League mengatakan semua pemain mereka selamat.

Mereka menyampaikan “duka cita mendalam kepada keluarga pria pemberani yang telah menyerahkan hidupnya pada malam itu untuk melindungi orang lain”.

Setelah mendengar kabar tentang kematian Parkhurst, Russ Johnson, pensiunan polisi yang membantu memecahkan kasus Carolee Ashby, mengatakan kepada surat kabar Portland Press Herald: “Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Rahasia Tuan Parkhurst selama bertahun-tahun membuat keluarga itu tersiksa.”

Ia menyebut kematian Parkhurst sebagai misteri dalam hidup.

Saudara perempuan Carolee, Darlene, menceritakan kepada Herald peristiwa tersebut “telah membuat lingkaran menjadi lengkap.”

“Hal yang sama terjadi pada adik saya, sekarang terjadi padanya. Itu membuat lingkaran kehidupan menjadi lengkap. Sekarang saatnya untuk melanjutkan hidup.” (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close