Pemuda Aliansi Cinta NKRI Tolak HRS Masuk Jatim

Pemuda Aliansi Cinta NKRI Tolak HRS Masuk Jatim

SURABAYA, SENAYANPOST.com  - Penolakan terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) terus berlangsung. Kali ini sekelompok pemuda yang tergabung dalam Aliansi Cinta NKRI menolak rencana kunjungan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)  Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Jawa Timur sebagai bagian dari safari ke daerah-daerah di Indonesia.

Para pemuda Aliansi Cinta NKRI ini menyuarakan penolakannya itu di Graha SA Surabaya, Minggu (22/11/2020). Mereka membentangkan spanduk bergambar wajah HRS berisi penolakan rencana kehadirannya di Jatim.

Lewat spanduk yang cukup besar itu para pemuda Aliansi Cinta NKRI itu dengan tegas menyatakan, “Tolak Kedatangan Habib Rizieq Shihab di Jatim; Tolak Pemecah Belah Umat; dan Tolak Front Perusak Islam.”

Ketua Aliansi Cinta NKRI Ahmad Zazuli menyebutkan alasan penolakan kehadiran HRS di Jatim. Menurutnya, HRS kerap meluncurkan pernyataan yang menyulut kebencian dalam ceramahnya dan berpotensi merusak persatuan.

Aliansi Cinta NKRI pun merespons kegaduhan sosial politik yang mereka nilai disulut oleh HRS dan FPI sebagai organisasi yang dia pimpin. Para pemuda yang tergabung dalam aliansi ini pun meyerukan tujuh poin pernyataan sikap.

Satu dari tujuh poin pernyataan sikap itu antara lain, Aliansi Cinta NKRI siap menjadi benteng tegaknya NKRI dan siap mengadang kelompok garis keras dan intoleran yang dipimpin oleh HRS.

“Kami merasa malu dengan sikap habib, ustaz, dan ulama yang cara dakwahnya tidak menyejukkan umat tapi justru memprovokasi umat, menghujat pemerintah, dan memanas-manasi umat dengan ucapan kotor dan tidak terpuji. Kami mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia untuk tidak mudah terprovokasi,” kata Zazuli membacakan pernyataan sikap.

Adapun poin lain dalam pernyataan sikap yang mereka bacakan adalah meminta pemerintah untuk membubarkan organisasi massa radikal dan intoleran.

Zazuli mengatakan, Aliansi Cinta NKRI mendukung sikap Mayjen TNI Dudung Abdurrachman Pangdam Jaya/Jayakarta dan Kepolisian Daerah Metro Jaya yang tegas tidak berkompromi terhadap sikap intoleran yang ditunjukkan HRS dan organisasinya.

Di Jawa Timur, Aliansi Cinta NKRI berharap Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim yang baru juga bersikap demikian.

“Ini PR (pekerjaan rumah) pertama (bagi Kapolda yang baru) supaya bisa menjaga Jatim tetap kondusif,” ujar Zazuli.

Terkait kabar rencana HRS yang akan melakukan safari ke daerah-daerah di Indonesia, termasuk Jawa Timur, Zazuli mewakili para pemuda Aliansi Cinta NKRI berharap agar HRS menunda rencananya.

“Harapan saya (HRS) jangan (ke daerah-daerah) dulu lah, ditunda dulu. Karena situasi masih pandemi. Kami khawatir malah menjadi klaster (penularan) baru. Kalau beliau tetap memaksa, kami akan melakukan penghadangan,” ujarnya. (Jo)