Pemprov DKI Sebut 96 Perusahaan Langgar Protokol Kesehatan, Terbanyak di Jaksel

Pemprov DKI Sebut 96 Perusahaan Langgar Protokol Kesehatan, Terbanyak di Jaksel
Ilustrasi perusahaan Ditutup (foto SINDOnews)

JAKARTA SENAYANPOST.com - Akibat melanggar protokol kesehatan Covid-19 pada masa PSBB transisi, sebanyak 96 perusahaan di Jakarta terpaksa ditutup. Angka tersebut meningkat dua kali lipat, dibandingkan tiga pekan lalu sebanyak 54 perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, pada masa PSBB transisi, banyak perusahaan yang melanggar protokol kesehatan, sehingga menyebabkan karyawannya terpapar COVID-19.

"Ada 96 perusahaan yang ditutup sementara. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibanding tiga minggu lalu yang berkisar di angka 54," kata Andri Yansyah Saat dihubungi, Rabu (9/9/2020). 

Andri menjelaskan, dari 96 perusahaan itu, paling banyak terdapat dibilangin Jakarta Selatan, yaitu sebanyak 33 perusahaan. Kemudian 24 perusahaan ada di Jakarta Pusat dan 6 perusahaan di Jakarta Barat. Di Jakarta Utara ada 9 perusahaan dan Jakarta Timur sebanyak 24 perusahaan.

Selain itu, kata Andri, ada 18 perusahaan yang ditutup karena melanggar protokol kesehatan COVID-19 tetapi tidak ada karyawan yang terpapar. Perusahaan pelanggar protokol kesehatan yang terbanyak juga berada di Jakarta Selatan, yakni 15 perusahaan.

Di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur, masing-masing tercatat ada satu perusahaan. "Perusahaan yang teridentifikasi karyawannya terpapar COVID-19 harus tutup, minimal 1x24 jam untuk sterilisasi sesuai Pergub No 80/2020," pungkasnya.