Nasional

Pemprov DKI Potong Anggaran Subsidi Trans Jakarta, MRT, dan LRT

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memotong subsidi untuk transportasi dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. Pemotongan subsidi ternyata tidak hanya untuk operasional TransJakarta, tapi juga untuk MRT dan LRT.

“Jadi TransJakarta dari Rp 4,197 triliun jadi Rp 3,291 triliun. MRT Rp 938,5 miliar jadi Rp 825 miliar. LRT Rp 527,5 miliar jadi Rp 439,6 miliar,” ucap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, saat dihubungi, Senin (2/12/2019).

Subsidi itu disebut akan mencukupi untuk operasional selama 10 bulan. Jadi, pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Untuk capaian maksimum untuk 10 bulan minimum kebutuhannya,” ucap Syafrin.

Meski ada pemotongan subsidi, Syafrin mengatakan tidak ada kenaikan tarif. Dishub pun akan mengajukan tambahan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020.

“Tidak ada skenario untuk perubahan tarif. Kan nanti kita akan lihat target realisasi tahun depan kemudian kekurangan di tiga bulan terakhir itu yang akan kita ajukan,” kata Syafrin.

Seperti diketahui, dalam KUA-PPAS 2020 DKI Jakarta, anggaran untuk belanja subsidi dipotong agar terhindar dari defisit. Awalnya pemerintah mengajukan Rp 6,741 triliun dipotong menjadi Rp 5,579 triliun untuk seluruh subsidi, yaitu transportasi, pangan, dan septic tank.

DPRD DKI bersama Pemprov telah menyepakati nilai KUA-PPAS 2020 sebesar Rp 87,95 triliun. Nilai itulah yang akan menjadi dasar penyusunan APBD DKI Jakarta 2020.

Penandatanganan MoU dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (28/11). Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun hadir dalam rapat itu.

MoU ditandatangani oleh seluruh pimpinan DPRD DKI Jakarta, Prasetio selaku Ketua DPRD, dan empat Wakil Ketua DPRD DKI, yakni M Taufik, Abdurrahman Suhaimi, Misan Samsuri, serta Zita Anjani. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun ikut menandatangani MoU.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close