Metropolitan

Pemprov DKI Godok Protokol Pernikahan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemprov DKI Jakarta tengah menggodok protokol kegiatan sebelum dibuka kembali pada PSBB transisi. Salah satunya diskusi dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI).

Diskusi ini kali ini terkait penggodokan protokol dalam pelaksanaan acara pernikahan. Dalam pertemuannya, pihak ASPEDI menyampaikan sejumlah protokol corona yang disiapkan jika pesta pernikahan kembali diizinkan.

“Mereka menjelaskan protokol COVID yang mereka siapkan. Secara ini memang masih ada beberapa yang harus di-adjust. Misalnya prinsip mereka jangan mempertahankan pakem yang telah ada,” kata Kadisparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/7).

Sejumlah kegiatan memang masih terus didiskusikan. Misalnya soal penyediaan katering di lokasi pernikahan. Cucu menilai, pola prasmanan ini masih belum bisa diterapkan.

“Contoh makan di tempat. Kenapa enggak take away? Karena kalau orang makan di tempat jadi betah nongkrong. Nah intinya kan justru orang datang udah enggak usah lama-lama. Minum pulang. Ini yang masih perdebatan,” jelasnya.

Pola penyajian makanan dalam pernikahan memang banyak semata prasmanan. Cucu mencontohkan, acara perkawinan bisa menggunakan pola hempers dalam menjamu tamu.

“Menurut tim COVID apakah perlu makan di tempat? Apakah tidak hampers aja? Karena kalau (seperti) kita tahlilan kan gitu. Jadi orang tidak berlama di lokasi. Kalau keluarga okelah. Tapi kalau tamu,” ujarnya.

Cucu juga menyampaikan pola lama dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan justru menjadi media penularan virus corona. Dia tak ingin itu terjadi di Jakarta.

Salah satu yang masih harus jadi pertimbangan, yakni pelaksanaan resepsi di perkampungan. Cucu menilai, sangat sulit mengawasi acara resepsi di perkampungan.

“Yang menjadi pikiran lagi ini kan kawinan di perkampungan yang menjadi masalah. Siapa yang mau bertanggung jawab. Di gedung kan masih bisa dikontrol dari tamunya. Petugasnya banyak di sana. Kalau di kampung siapa yang mau tanggung jawab,” katanya.

Dia mengatakan masih akan berdiskusi dengan tim gugus tugas corona DKI. Sebab pernyataan aman atau tidaknya ada di tim gugus tugas.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close